Bisa Soal Kesehatan dan Jalan, Warga Sambut Positif ‘Sehari Bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso’

Bupati Bondowoso bersama wakilnya kunjungi Dusun Biser, Desa Gubrih. Warga minta perbaikan jalan dan bidan desa karena akses kesehatan terbatas, ongkos ojek Rp100 ribu.

April 25, 2026 - 15:42
Bisa Soal Kesehatan dan Jalan, Warga Sambut Positif  ‘Sehari Bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso’

BONDOWOSO - Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyapa warga di pelosok Kecamatan Wringin, Jumat (24/4/2026). 

Kunjungan bertajuk ‘Sehari Bersama Bupati dan Wakil Bupati Bondowoso’ itu menempuh jalur berbatu menuju Dusun Biser, Desa Gubrih, hingga Desa Banyuwulu dengan perjalanan puluhan kilometer.

Tak sekadar datang, rombongan pimpinan daerah juga membawa berbagai layanan langsung untuk warga. Di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk pelajar di wilayah terpencil, layanan suntik gratis untuk hewan ternak, layanan pertanian, pembagian bantuan bahan pangan bersama Bulog, penanaman jagung bersama warga, hingga peninjauan sekolah di kawasan pelosok.

Usai melaksanakan salat Jumat bersama masyarakat, Bupati dan Wabup juga duduk bersama warga untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan yang mereka sampaikan.

Bagi Ripa (40), warga Dusun Biser, kehadiran pimpinan daerah menjadi kesempatan yang telah lama dinanti, karena bisa curhat langsung sama pemimpin daerah. 

Menurutnya, warga di sana berharap adanya perhatian serius terhadap layanan kesehatan dan kondisi jalan. “Kalau warga Biser saya minta kesehatan, bidan itu sama jalan dah,” ujarnya.

Ripa menjelaskan, selama ini warga harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan terdekat. 

Jika menggunakan ojek, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai Rp100 ribu. Kondisi jalan yang becek dan licin saat hujan juga kerap menyulitkan mobilitas warga.

Sementara itu, Kepala Desa Gubrih, Dulbari, menyampaikan rasa bangganya atas kunjungan pimpinan daerah ke wilayahnya. 

Namun ia menegaskan, masih ada kebutuhan mendesak yang harus mendapat perhatian, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan.

Warga kata dia, juga berharap ada bidan yang bersedia ditempatkan di Dusun Biser. Pasalnya, untuk menuju layanan kesehatan, mereka harus menempuh jarak sekitar 7 kilometer. 

Bahkan, pernah ada warga yang hampir melahirkan di tengah perjalanan menuju Pustu di Dusun Krajan. “Kami ingin memiliki bidan yang berkenan mau ditempatkan di Dusun Biser,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Bondowoso Abd Hamid Wahid mengatakan kunjungan ke pelosok dilakukan untuk melihat langsung realitas masyarakat di lapangan. 

Dengan begitu, pemerintah bisa mengetahui persoalan yang harus segera ditangani maupun yang perlu dikoordinasikan dan direncanakan sesuai kemampuan daerah.

Karena itu, selain menyalurkan bantuan pangan dan menggelar pelayanan terpadu, pihaknya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog langsung dengan masyarakat.

“Ya insya Allah nanti akan kita jadwalkan di beberapa tempat,” ujarnya.

Terkait permintaan penempatan bidan desa, Bupati Hamid mengatakan hal itu sudah diupayakan oleh Dinas Kesehatan bersama kepala puskesmas.

“Karena kondisi geografis yang seperti ini, masyarakat meminta khusus yang di sini, yang di dusun ini, ada bidan tambahan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, M. Jasin menambahkan bahwa lokasi pembangunan Pustu sudah dikoordinasikan dengan pemerintah desa. Pihaknya akan mendukung dari sisi peralatan maupun tenaga kesehatan.

“Sudah ada titik yang disebut tadi, dari kita nanti mensupport dari peralatannya, dan tenaga,” pungkasnya. (d)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow