Finalis Puteri Batik Bojonegoro 2026; Santri Berprestasi Ponpes Sabilunnajah Simo
Nama Nurul Istiani Saputri tengah menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan generasi muda Bojonegoro.
BOJONEGORO - Nama Nurul Istiani Saputri tengah menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan generasi muda Bojonegoro. Mahasiswi S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Surabaya ini tidak hanya berprestasi secara akademik dengan IPK 3,85, tetapi juga aktif di berbagai organisasi dan kegiatan sosial.
Putri, sapaan akrabnya, dikenal sebagai sosok multitalenta yang mampu menyeimbangkan antara akademik, organisasi, dan pengembangan diri. Namun di balik capaian tersebut, terdapat perjalanan panjang yang penuh perjuangan.
Salah satu fase penting dalam hidup Putri adalah saat menempuh pendidikan di MTs Sabilunnajah Simo selama tiga tahun (2019–2022). Sebuah Pondok Pesantren di pelosok kampung Bojonegoro, Jawa Timur, asuhan KH Anwar Zahid, dai kondang yang dikenal luas hingga ke berbagai penjuru nusantara bahkan luar negeri.
Di lingkungan pesantren tersebut membentuk karakter Putri menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Usai menyelesaikan pendidikan di pesantren selama tiga tahun, Putri melanjutkan studi di SMA Negeri 1 Sumberrejo, salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Bojonegoro. Di sana, ia semakin aktif dalam organisasi dan dipercaya memegang berbagai posisi penting.
Bakatnya yang beragam mulai dari komunikasi, pemasaran, hingga organisasi semakin terasah sejak masa sekolah dasar di MI Nahdlatul Ulama Unggulan Walisongo Sumberrejo.
“Saya mohon ijin dukungan dan partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilihan Putra-Puteri Batik Bojonegoro 2026,” kata Putri, Sabtu (25/4/2026).
Anak Petani yang Percaya Diri dan Tangguh
Putri merupakan anak pertama dari pasangan Nur Hamid dan Ismayanti yang bekerja sebagai petani dan pedagang. Meski berasal dari keluarga sederhana, ia tidak pernah merasa minder.
Ia justru dikenal percaya diri dan mampu bergaul dengan berbagai kalangan, termasuk dari latar belakang ekonomi yang berbeda. Ketekunan dalam belajar dan kemampuan sosialnya membuat Putri kerap dipercaya memimpin organisasi.
Prestasi Gemilang Sejak Dini
Putri telah menorehkan berbagai prestasi, khususnya di bidang catur yang menjadi salah satu keahliannya sejak kecil. Ia berhasil meraih sejumlah gelar juara tingkat kabupaten hingga provinsi.
Selain itu, ia juga berprestasi dalam bidang akademik, seni, hingga keagamaan seperti hafalan Al-Qur’an.
Aktif di Organisasi hingga Tingkat Nasional
Kini di bangku kuliah, Putri terus aktif mengembangkan diri melalui berbagai organisasi seperti Islamic Community of Economic, UKM Pagar Nusa, UKM Catur, hingga UKM Pramuka Universitas Negeri Surabaya.
Ia juga aktif di organisasi kepemudaan seperti IPPNU, bahkan dipercaya sebagai Ketua IPPNU Sarangan periode 2026–2028.
Finalis Puteri Batik Bojonegoro 2026
Langkah besar Putri berlanjut dengan terpilihnya ia sebagai salah satu finalis dalam ajang Pemilihan Putera Puteri Batik Bojonegoro 2026.
Dengan segudang prestasi akademik, non-akademik, serta kiprahnya di berbagai organisasi remaja, Putri dinilai layak untuk meraih posisi Puteri Batik Bojonegoro 2026.
Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk turut melestarikan budaya batik sekaligus memperkenalkan kekayaan lokal Bojonegoro ke tingkat nasional hingga internasional.
Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendukung Putri dalam ajang ini. Dukungan Anda tidak hanya berarti bagi dirinya, tetapi juga bagi masa depan batik Bojonegoro agar semakin dikenal luas hingga mancanegara.
Kisah Nurul Istiani Saputri adalah gambaran nyata bahwa kesederhanaan bukan batas untuk bermimpi besar. Dari santri di pesantren asuhan KH Anwar Zahid hingga kini menjadi finalis Puteri Batik Bojonegoro 2026, Putri terus melangkah dengan semangat dan dedikasi tinggi. (*)
Apa Reaksi Anda?