Beri Dukungan Kemanusiaan, Mahasiswa KSM Internasional UNISMA Kunjungi Pasien Tirah Baring di Thailand
Kunjungan tersebut dilakukan bersama tenaga kesehatan setempat yang bertugas memantau kondisi kesehatan pasien di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan pelaksanaan program pengabdian masyarakat, para mahasiswa peserta Program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) Internasional dari Universitas Islam Malang (UNISMA) mengunjungi seorang pasien yang terbaring sakit di Distrik Khlong Hoi Khong, Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, pada hari Senin (1 Februari 2026).
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang memungkinkan mahasiswa memperoleh wawasan langsung mengenai sistem layanan kesehatan berbasis masyarakat di Thailand, sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan.
Kunjungan tersebut dilakukan bersama tenaga kesehatan setempat yang bertugas memantau kondisi kesehatan pasien di wilayah tersebut.
Sebelum kunjungan, para mahasiswa mendapatkan pengarahan mengenai status kesehatan pasien, riwayat medis, dan tujuan khusus dari kunjungan rumah tersebut.
Pengarahan ini membantu mahasiswa memahami bahwa layanan kesehatan tidak terbatas pada tindakan medis di fasilitas klinis, melainkan juga mencakup perhatian terhadap lingkungan tempat tinggal pasien.
Setibanya di rumah pasien, para mahasiswa disambut dengan hangat oleh anggota keluarga yang selama ini merawat pasien.
Kunjungan berlangsung dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Para mahasiswa memperkenalkan diri kepada pasien dan keluarga, kemudian mengikuti arahan tenaga kesehatan terkait prosedur kunjungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengamati secara langsung kondisi pasien dan lingkungan tempat tinggalnya, serta upaya yang dilakukan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang memiliki keterbatasan fisik.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Selama kunjungan tersebut, tenaga kesehatan memeriksa kondisi umum pasien sementara para mahasiswa mengamati proses perawatannya.
Para mahasiswa juga berkesempatan mendiskusikan kondisi pasien, alasan pasien harus terus berbaring di tempat tidur, serta langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas kondisi pasien bersama para tenaga kesehatan.
Pengalaman ini memberikan wawasan nyata bagi para mahasiswa mengenai pentingnya pemberian layanan kesehatan berkelanjutan melalui kunjungan langsung ke rumah, khususnya bagi pasien dengan keterbatasan mobilitas yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan.
Selain mengamati kondisi pasien, para mahasiswa juga berinteraksi dengan anggota keluarga yang memberikan perawatan harian di rumah.
Dalam interaksi tersebut, pihak keluarga berbagi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam merawat pasien, mulai dari membantu aktivitas sehari-hari dan menjaga kebersihan diri pasien hingga memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi.
Para mahasiswa mendengarkan dengan saksama dan memberikan dukungan moral, serta menyemangati keluarga agar tetap tegar dalam mendukung perawatan pasien.
Interaksi ini memberikan wawasan berharga bagi para mahasiswa mengenai pentingnya empati dan komunikasi dalam bidang kesehatan.
Sebagai bagian dari inisiatif edukasi kesehatan, para mahasiswa dan tenaga kesehatan memberikan instruksi yang sederhana dan jelas kepada keluarga mengenai cara merawat pasien yang harus terus berbaring di tempat tidur dengan tepat.
Edukasi tersebut mencakup pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tidur, memastikan kebersihan diri pasien secara rutin, memberikan nutrisi dan cairan yang memadai, serta mengubah posisi pasien secara berkala untuk mencegah luka tekan (luka akibat berbaring terlalu lama).
Informasi tersebut disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar keluarga dapat menerapkan praktik-praktik ini dalam rutinitas perawatan pasien di rumah.
Para mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan pasien. Bukan hanya perawatan fisik yang dibutuhkan, melainkan juga perhatian, motivasi, dan komunikasi yang efektif untuk memastikan pasien tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kehadiran anggota keluarga secara berkelanjutan merupakan faktor krusial dalam menjaga kesejahteraan psikologis pasien, serta memastikan mereka merasa diperhatikan dan tidak sendirian selama menjalani pengobatan.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga mereka, meskipun terdapat kendala bahasa.
Berkat bantuan tenaga kesehatan dan penggunaan bahasa Inggris sederhana, komunikasi dapat berjalan dengan lancar. Senyuman, sapaan hangat, dan perhatian yang diberikan oleh para mahasiswa menjadi bentuk dukungan emosional—gestur sederhana yang memiliki makna besar bagi pasien maupun keluarga mereka.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana yang ramah, sehingga mempererat hubungan hangat antara mahasiswa KSM, tenaga kesehatan, pasien, dan pihak keluarga.
Kegiatan kunjungan rumah ini juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi para mahasiswa, karena memberikan mereka gambaran langsung mengenai pelaksanaan layanan kesehatan berbasis masyarakat di Thailand.
Mereka jadi memahami bahwa pemberian layanan kesehatan tidak terbatas pada rumah sakit atau puskesmas saja, tetapi juga mencakup kunjungan ke rumah yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan keterbatasan mobilitas.
Pendekatan semacam ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung perjalanan pemulihan pasien.
Melalui kegiatan ini, para mahasiswa juga belajar mengenai pentingnya pendekatan humanis dalam pemberian layanan kesehatan.
Kualitas diri seperti empati, welas asih, keterampilan komunikasi, dan sikap menghargai kondisi pasien sama pentingnya dengan kompetensi klinis.
Pengalaman ini membantu mahasiswa memahami bahwa tenaga kesehatan harus memberikan perawatan yang holistik, dengan memperhatikan aspek fisik, psikologis, dan sosial secara menyeluruh.
Keluarga pasien menyampaikan rasa terima kasih kepada para mahasiswa KSM Internasional UNISMA dan tenaga kesehatan yang telah meluangkan waktu untuk mengunjungi serta merawat pasien.
Menurut pihak keluarga, kehadiran mahasiswa mampu membangkitkan semangat pasien dan menjadi bentuk dukungan yang bermakna selama masa perawatan di rumah. Sambutan hangat dari keluarga pasien menunjukkan manfaat nyata yang dihadirkan oleh kegiatan pengabdian masyarakat semacam ini bagi masyarakat luas.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Bagi para mahasiswa, kunjungan ke rumah pasien ini bukan sekadar bagian dari program KSM Internasional, melainkan juga pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam ruang kelas.
Mereka memperoleh wawasan mengenai kondisi nyata di masyarakat, mengasah keterampilan komunikasi, memperdalam rasa empati, serta belajar menghargai perbedaan budaya saat melayani masyarakat. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal berharga saat mereka nantinya meniti karier sebagai tenaga kesehatan profesional.
Secara keseluruhan, kunjungan kepada pasien yang hanya bisa berbaring di tempat tidur (bedridden) tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.
Mahasiswa mendapatkan wawasan baru mengenai layanan kesehatan berbasis masyarakat, sementara keluarga pasien memperoleh dukungan moral serta pengetahuan tambahan terkait perawatan di rumah.
Melalui inisiatif ini, mahasiswa KSM Internasional UNISMA berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekaligus mempererat tali persahabatan antara Indonesia dan Thailand, yang didasari oleh semangat kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kerja sama lintas budaya.
Selama proses edukasi berlangsung, keluarga pasien tampak memberikan perhatian penuh terhadap setiap informasi yang disampaikan oleh mahasiswa dan tenaga kesehatan.
Beberapa anggota keluarga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengajukan pertanyaan mengenai cara merawat pasien yang benar, terutama terkait pemenuhan kebutuhan sehari-hari, menjaga kebersihan tubuh pasien, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila kondisi pasien mengalami perubahan.
Diskusi berlangsung secara santai dan komunikatif sehingga tercipta suasana yang nyaman antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan keluarga pasien.
Melalui komunikasi dua arah tersebut, mahasiswa tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai pengalaman keluarga dalam merawat pasien serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses perawatan di rumah.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga mengamati secara langsung kondisi lingkungan tempat tinggal pasien sebagai bagian dari pembelajaran mengenai pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Dari hasil pengamatan tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa kondisi lingkungan rumah memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan pasien.
Kebersihan ruangan, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup, serta ketersediaan ruang yang nyaman menjadi beberapa faktor yang turut diperhatikan oleh tenaga kesehatan saat melakukan kunjungan.
Pengalaman ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik pasien, tetapi juga mempertimbangkan lingkungan tempat tinggal dan dukungan keluarga sebagai bagian dari proses perawatan yang berkelanjutan.
Kegiatan home visit ini juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mahasiswa KSM Internasional UNISMA.
Melalui kunjungan langsung ke rumah pasien, mahasiswa dapat melihat bagaimana pelayanan kesehatan di Thailand tidak hanya dilakukan di rumah sakit atau pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjangkau masyarakat melalui kunjungan berkala ke rumah pasien yang membutuhkan.
Mahasiswa memperoleh pengalaman baru mengenai pentingnya pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kesehatan, di mana komunikasi, empati, dan kepedulian terhadap kondisi pasien serta keluarganya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pelayanan.
Pengalaman tersebut memberikan pembelajaran bahwa seorang tenaga kesehatan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan keterampilan klinis, tetapi juga harus mampu membangun hubungan yang baik dengan pasien dan keluarga agar proses perawatan dapat berjalan secara optimal.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI www.unisma.ac.id
Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga semakin memahami pentingnya kolaborasi antara tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung kualitas hidup pasien. Perawatan pasien tirah baring memerlukan perhatian yang berkelanjutan sehingga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Kerja sama yang baik antara keluarga sebagai pendamping utama dan tenaga kesehatan sebagai pemberi layanan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi pasien tetap stabil serta mencegah terjadinya komplikasi.
Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi pembelajaran yang tidak diperoleh hanya melalui perkuliahan di kelas, tetapi melalui interaksi langsung dengan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan.
Nilai-nilai kepedulian, empati, tanggung jawab, dan kerja sama yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan profesi sebagai tenaga kesehatan di masa mendatang. (*)
Apa Reaksi Anda?