BAZNAS Kota Malang Evaluasi Program Santripreneur, Dorong Kemandirian Ekonomi Santri
BAZNAS Kota Malang terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi santri melalui kegiatan evaluasi dan monitoring Program Santripreneur.
MALANG BAZNAS Kota Malang terus memperkuat program pemberdayaan ekonomi santri melalui kegiatan evaluasi dan monitoring Program Santripreneur. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat BKPSDM Kota Malang sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program.
Program Santripreneur sendiri telah berjalan sejak 2025 dan dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan usaha produktif berbasis kompetisi dan seleksi.
Pembinaan Langsung dan Evaluasi Usaha
Dalam kegiatan ini, BAZNAS Kota Malang melakukan diskusi langsung dengan 10 santri penerima manfaat program. Suasana berlangsung interaktif, dengan para santri berbagi pengalaman, tantangan, serta perkembangan usaha mereka.
Pimpinan BAZNAS Kota Malang, Sutomo, M. Wahid, dan Sulaiman turut hadir memberikan arahan dan motivasi.
Dorong Santri Jadi Pelaku Usaha Mandiri
M. Wahid menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah mentransformasi penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (munfiq).
“Program ini diharapkan mampu mendorong santri untuk tidak hanya mandiri, tetapi juga nantinya dapat berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Sutomo menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat strategi usaha dan mengatasi berbagai kendala yang dihadapi.
Pentingnya Manajemen Keuangan
Dalam sesi pembinaan, Sulaiman mengingatkan bahwa keberhasilan usaha tidak lepas dari pengelolaan keuangan yang baik.
“Setiap usaha harus memiliki pencatatan keuangan yang baik sebagai dasar melihat perkembangan,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, kegiatan ini juga menghadirkan pihak Inagata yang memberikan pelatihan penggunaan aplikasi keuangan bagi para santri.
Fokus Penguatan dan Pengembangan
Diskusi juga membahas berbagai aspek penting, mulai dari strategi pemasaran, pengembangan usaha, hingga pelaporan keuangan. Semua ini menjadi bagian dari proses penguatan kapasitas santri sebagai pelaku usaha.
Melalui evaluasi ini, BAZNAS berharap Program Santripreneur dapat terus berkembang dan melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mandiri secara ekonomi serta mampu bersaing di dunia usaha. (*)
Apa Reaksi Anda?