Pasar di Majalengka Hidup Kembali, Harapan Baru bagi Pedagang Jelang Idul Fitri
Bagi para pedagang kecil di Majalengka, momen menjelang Lebaran menjadi waktu yang paling dinantikan setiap tahun. Ramainya pembeli membawa harapan baru untuk meningkatkan penghasilan.
MAJALENGKA Menjelang Idul Fitri 2026 denyut ekonomi mulai terasa di berbagai sudut Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Salah satu yang paling terlihat adalah suasana pasar tradisional yang kembali hidup, dipenuhi warga yang berburu kebutuhan Lebaran.
Sejak pagi hari, pasar-pasar tradisional di Majalengka sudah ramai oleh aktivitas jual beli. Deretan lapak pedagang dipadati pembeli yang datang untuk membeli bahan makanan, pakaian, hingga aneka kue kering khas Lebaran.
Suasana yang biasanya berjalan normal kini berubah lebih semarak. Percakapan antara penjual dan pembeli terdengar bersahutan, sementara aroma rempah-rempah dan masakan tradisional menguar dari berbagai sudut pasar.
Bagi para pedagang kecil di Majalengka, momen menjelang Lebaran menjadi waktu yang paling dinantikan setiap tahun. Ramainya pembeli membawa harapan baru untuk meningkatkan penghasilan.
Siti Nurhayati (45), seorang pedagang kue kering di pasar tradisional Cigasong, Majalengka, mengaku penjualannya meningkat drastis menjelang Lebaran.
"Alhamdulillah kalau sudah mendekati Lebaran pembeli banyak. Orang-orang biasanya mencari kue untuk disajikan saat tamu datang," ujarnya sambil melayani pembeli.
Tak hanya pedagang kue, para penjual bahan makanan seperti daging, sayuran, hingga santan juga merasakan peningkatan permintaan.
Rudi Hartono (38), pedagang ayam potong di salah pasar tradisional Rajagaluh, Majalengka, mengatakan suasana pasar mulai ramai sejak beberapa hari terakhir.
"Biasanya orang beli untuk persiapan masak opor atau makanan Lebaran lainnya. Menjelang hari raya memang selalu ramai," katanya.
Bagi warga Majalengka, berbelanja di pasar tradisional menjelang Lebaran bukan sekadar memenuhi kebutuhan dapur. Aktivitas ini juga menjadi bagian dari tradisi tahunan yang selalu menghadirkan suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Para pembeli terlihat membawa kantong belanja berisi berbagai bahan makanan. Dari ketupat, santan, hingga bumbu dapur yang akan diolah menjadi hidangan khas Idul Fitri.
Ramainya pasar juga menunjukkan bagaimana tradisi Lebaran terus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal. Pedagang kecil yang sehari-hari mengandalkan pembeli pasar kini merasakan berkah dari meningkatnya aktivitas belanja.
Menjelang siang hari, suasana pasar di Majalengka masih terlihat ramai. Pembeli terus berdatangan, sementara para pedagang tetap sibuk melayani pelanggan.
Di tengah hiruk-pikuk transaksi, tersimpan harapan sederhana dari para pedagang: agar momen Lebaran membawa rezeki yang cukup bagi keluarga mereka.
Pasar tradisional di Majalengka pun kembali menjadi saksi bahwa menjelang Idul Fitri, bukan hanya rumah yang dipenuhi persiapan, tetapi juga harapan yang tumbuh di setiap lapak pedagang. (*)
Apa Reaksi Anda?