Bantuan Motor Roda Tiga untuk KDKMP Nyemplung Sungai, Ini Kata Kodim Magetan
Terkait insiden motor Viar yang tercemplung ke sungai, Kodim Magetan menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi setelah proses serah terima unit dilakukan.
MAGETAN - Penyaluran kendaraan roda tiga merek Viar untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan sempat diwarnai insiden.
Salah satu unit armada roda tiga tersebut dilaporkan terperosok dan masuk ke dalam sungai saat proses mobilisasi.
Menanggapi peristiwa tersebut, Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0804 Magetan, Letnan Inf Sunaryo, yang juga bertindak sebagai Pengawas KDKMP Magetan, memberikan klarifikasi resmi.
Menurutnya, pihak Kodim dalam hal ini hanya bersifat membantu proses penyaluran dari pihak ketiga ke tingkat desa.
"KDKMP Magetan mendapatkan bantuan kendaraan roda tiga Viar sebanyak 100 unit yang diperuntukkan bagi 50 KDKMP," ujar Letnan Inf Sunaryo saat ditemui TIMES Indonesia di Kodim 0804 Magetan, Jawa Timur, Selasa (2/6/2026).
"Sistem penyebarannya langsung dikirim oleh vendor menuju ke desa-desa, jadi kami dari Kodim membantu kelancaran penyaluran tersebut," sambungnya.
Terkait insiden motor Viar yang tercemplung ke sungai, Sunaryo menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi setelah proses serah terima unit dilakukan.
Pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi lebih lanjut untuk memastikan mekanisme perbaikan armada yang rusak tersebut.
"Secara administratif, proses serah terima unit Viar tersebut sebenarnya sudah dilakukan," tegas Sunaryo.
"Untuk kerusakan yang timbul akibat insiden ini, kami masih menanyakan dan menunggu konfirmasi dari pihak vendor, apakah nanti masih menjadi tanggung jawab mereka atau sudah sepenuhnya beralih ke pihak desa," imbuhnya.
Lebih lanjut, Letnan Inf Sunaryo menegaskan bahwa seluruh armada roda tiga yang disalurkan telah melewati proses pengecekan fisik dan fungsi secara menyeluruh sebelum dibawa oleh masing-masing perwakilan desa.
"Sebelum kendaraan diambil, kami sudah melakukan pengecekan secara umum. Saya juga sudah memberikan briefing dan mengingatkan kepada setiap personel yang membawa kendaraan agar ekstra waspada, mengingat ini adalah unit baru," tegas Pasiter.
Berdasarkan analisis awal, Sunaryo meyakini tidak ada cacat produksi atau eror teknis pada kendaraan tersebut. Dari total 100 unit yang didistribusikan, hanya ada satu armada yang mengalami kecelakaan.
"Menurut saya tidak ada eror dari unitnya. Ini tampaknya lebih ke faktor perorangan yang kurang berhati-hati saat berkendara. Karena dari 100 unit Viar yang dikirim, hanya satu ini yang mengalami musibah. Jadi, faktor utamanya ada pada pengendara," jelasnya.
Pihak Pengawas KDKMP Magetan kini sedang mencari solusi terbaik bersama vendor terkait regulasi pasca-kecelakaan.
"Jika kecelakaan terjadi saat proses pengiriman oleh vendor, maka otomatis akan diganti baru. Namun, karena insiden ini terjadi setelah serah terima, kami harus mengonfirmasi ulang ke vendor bagaimana regulasi perbaikannya dan siapa yang akan menanggung biayanya," katanya. (*)
Apa Reaksi Anda?