Bangga Tapi Kehilangan, KONI Probolinggo Relakan Maulana Ikuti Puslada Cabor Panahan

Kabar bahagia menyelimuti panahan Kota Probolinggo. Maulana Abdullah Limbong, siswa SMP Negeri 10 Kota Probolinggo, resmi terpanggil mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk persiapan PON X

Mei 25, 2026 - 22:01
Bangga Tapi Kehilangan, KONI Probolinggo Relakan Maulana Ikuti Puslada Cabor Panahan

PROBOLINGGO - Kabar bahagia menyelimuti panahan Kota Probolinggo. Maulana Abdullah Limbong, siswa SMP Negeri 10 Kota Probolinggo, resmi terpanggil mengikuti Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk persiapan PON XXII NTT-NTB 2028. Pemanggilan oleh Pengprov Perpani Jawa Timur itu menjadi bukti nyata pembinaan atlet muda di kota ini.

Namun di tengah euforia, ada kegelisahan yang tak banyak diketahui publik. Ketua KONI Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, menyebut pemanggilan ini sebagai dilema. Di satu sisi, ini prestasi besar. Di sisi lain, KONI harus rela kehilangan atlet andalannya untuk ajang Porprov Jatim 2027.

"Sebenarnya ini menjadi sebuah dilema bagi KONI Kota Probolinggo. Dengan terpilihnya Maulana, itu artinya KONI harus siap kehilangan salah satu atlet panahan terbaiknya untuk mengikuti ajang Porprov Jatim 2027 nanti. Meski demikian, KONI tetap memberikan dukungan penuh," ujar Iwan, sapaan akrabnya.

Maulana bukan atlet sembarangan. Sepanjang tahun 2026, ia berhasil menyabet juara 3 nomor individu putra U18, juara 2 nomor beregu U18, dan juara 2 nomor mix team U18. Prestasi ini ia raih di berbagai kejuaraan daerah maupun nasional.

Yang menarik, bakat Maulana tidak diasah di tempat mewah atau oleh pelatih asing. Ia dilatih langsung oleh ibunya sendiri, Marlin. Sejak kecil, Maulana sudah dikenalkan busur dan anak panah di bawah bimbingan sang ibu yang merangkap sebagai pelatih pribadi.

Saat dihubungi TIMES Indonesia, Senin (25/05/2026), Maulana mengaku bangga dengan panggilan ini. Ia berjanji akan fokus menjalani pemusatan latihan.

"Saya akan jaga disiplin dan fokus latihan. Target saya menjadi wakil Provinsi Jawa Timur di PON 2028, dan membawa harum nama Kota Probolinggo," ujar atlet berusia 15 tahun itu.

Zulfikar mengingatkan bahwa masuk Puslatda bukanlah tujuan akhir. Melainkan pintu awal menuju medali PON. Ia berpesan agar Maulana tetap disiplin, fokus, dan menjunjung tinggi nama daerah.

Kini semua mata tertuju pada Maulana. Dengan ibu sekaligus pelatih di sisinya, ia memiliki keistimewaan yang tak dimiliki atlet muda lain. Tinggal waktu yang akan membuktikan, apakah dilema yang dirasakan KONI sebanding dengan prestasi yang akan ia raih nanti. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow