Tak Hanya Obat, Penderita TBC di Solok Dapat Bantuan Bedah Rumah

Pemkab Solok luncurkan program bedah rumah dan cek kesehatan gratis bagi penderita TBC miskin, integrasikan pengobatan, perbaikan hunian, dan deteksi dini lewat inovasi PENDEKAR BESTI.

Mei 25, 2026 - 21:31
Tak Hanya Obat, Penderita TBC di Solok Dapat Bantuan Bedah Rumah

SOLOK - Pemerintah Kabupaten Solok mulai mengintegrasikan penanganan kesehatan dengan perbaikan lingkungan hunian dalam upaya percepatan pengentasan Tuberkulosis (TBC). Tak hanya fokus pada pengobatan, kini penderita TBC dari kelompok ekonomi terbawah juga mendapat bantuan bedah rumah layak huni.

Program ini resmi diluncurkan oleh Bupati Solok Jon Firman Pandu dalam kegiatan Launching Bedah Rumah dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kantor Wali Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Senin (25/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Zulhendri, Kepala DPRKPP Retni Humaira, Camat Lembah Gumanti Andi Sofiani, unsur Forkopimcam, kepala puskesmas, wali nagari, serta tokoh masyarakat.

Intervensi Lingkungan untuk Tekan TBC

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok menyebutkan, program ini merupakan bagian dari kolaborasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam percepatan eliminasi TBC, tidak hanya melalui pengobatan, tetapi juga melalui intervensi faktor lingkungan.

“Perbaikan rumah menjadi penting karena kondisi hunian yang tidak layak dapat memperparah penularan TBC,” ujarnya.

Bupati Solok bersama jajaran meninjau layanan Cek Kesehatan Gratis

Selain itu, Pemkab Solok juga menjalankan inovasi PENDEKAR BESTI (Pencarian, Deteksi, Investigasi Kontak TBC dan Obati), dengan melibatkan dokter spesialis paru dan spesialis anak yang diturunkan ke 19 puskesmas untuk mempercepat penemuan kasus melalui investigasi kontak.

Deteksi Masih Rendah, Target Tinggi

Dinas Kesehatan Solok mencatat, target penemuan kasus TBC positif di Kabupaten Solok tahun 2026 mencapai 1.177 jiwa. Namun hingga saat ini, baru 162 kasus yang berhasil terdeteksi.

Rendahnya angka temuan ini menunjukkan masih perlunya penguatan deteksi dini di tingkat masyarakat.

Bupati Dorong Peran Nagari dan Kader

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa pengentasan TBC merupakan program prioritas nasional yang harus didorong secara maksimal di daerah.

“Pengentasan TBC merupakan program Bapak Presiden, untuk itu di Kabupaten Solok harus kita dorong semaksimal mungkin,” tegasnya.

Ia juga meminta keterlibatan aktif seluruh unsur pemerintahan hingga ke tingkat nagari dan kader kesehatan untuk melakukan deteksi dini.

“Kita minta semua pihak sampai ke bawah dan kader untuk mendeteksi secara dini masyarakat kita, sehingga pengentasan TBC bisa berjalan optimal,” lanjutnya.

Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Solok memberikan bantuan bedah rumah tidak layak huni sebesar Rp20 juta per unit kepada penderita TBC kategori Desil 1–4. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow