Bakesbangpol Banyuwangi Gelar Forum Diskusi Parpol dalam Menjaga Stabilitas Daerah

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi kembali menggelar forum diskusi politik tahun 2026

Juni 3, 2026 - 15:30
Bakesbangpol Banyuwangi Gelar Forum Diskusi Parpol dalam Menjaga Stabilitas Daerah

BANYUWANGI - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi kembali menggelar forum diskusi politik tahun 2026 bertajuk ‘Sinergitas Partai Politik dalam Menjaga Stabilitas di Kabupaten Banyuwangi’ di Aula Stikom Banyuwangi, Rabu, (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pengurus dari 18 partai politik (Parpol) di Banyuwangi. Dalam forum itu, Bakesbangpol menghadirkan dua narasumber, yakni Rektor Universitas Islam Cordoba Banyuwangi, Prof. Agus Trihartono, serta tokoh masyarakat sekaligus politisi senior, Ir. Achmad Wahyudi, SH., MH. 

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi, Drs. R. Agus Mulyono, MSi, mengatakan forum diskusi tersebut menjadi wadah silaturahmi antar Parpol sekaligus ruang bertukar wawasan dan gagasan demi menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, pembangunan Banyuwangi tidak hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik.

“Ayo kita bangun Banyuwangi tidak hanya pemerintahannya, tapi masyarakatnya juga. Parpol memiliki peran penting dan harus berjalan bersama dalam menjaga stabilitas daerah,” ujar Agus. 

Bakesbangpol Banyuwangi berharap, melalui forum diskusi tersebut dapat lahir rekomendasi-rekomendasi positif untuk kemajuan Banyuwangi, sekaligus memperkuat komunikasi dan silaturahmi antarpartai politik.

Dalam paparannya, Prof. Agus Trihartono menekankan pentingnya parpol bertransformasi menjadi rumah peradaban dan rumah bagi rakyat agar eksistensinya terus terjaga. Menurutnya, selama ini ada kecenderungan parpol hanya bergerak sebagai mesin elektoral saat pemilu saja.

"Tidak ada demokrasi tanpa partai politik. Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah tulang punggung demokrasi. Meski demokrasi bukan sistem yang sempurna, ini adalah satu-satunya sistem yang bisa dikontrol bersama oleh semua pihak," tegas Prof. Agus.

Dia juga mengajak parpol sensitif membaca modal sosial Banyuwangi yang luar biasa seperti kultur gotong royong, masyarakat yang adaptif, dan religius untuk dikonversi menjadi kekuatan politik yang riil dan berangkat dari realitas masyarakat.

“Partai politik akan eksis jika mampu melihat realitas dan bergerak dari kebutuhan masyarakat,” jelasnya. 

Disisi lain, Ir. H. Achmad Wahyudi, SH, MH, mengupas filosofi politik dari akar kata policy (kebijakan) hingga seni mengatur kekuasaan negara demi kedaulatan rakyat. Dia menyebut partai politik sebagai ‘organ suci’ yang mampu menciptakan pemimpin.

"Kalau kita ingin menciptakan politik yang sehat, ya perbaiki partainya. Karena partai ini adalah rahim yang melahirkan calon-calon pemimpin," tuturnya.

Wahyudi juga mengingatkan para kader agar tuntas dengan urusan pribadinya sebelum mengurus partai, karena esensi parpol adalah memikirkan kepentingan publik. Untuk menjaga stabilitas daerah, kunci utamanya adalah membangun komunikasi yang erat guna menghindari keretakan hubungan antar-stakeholder. 

“Dengan komunikasi dan silaturahmi, berbagai gagasan bisa diwujudkan dan perbedaan bisa dikelola dengan baik dalam demokrasi,” ujarnya. 

Forum diskusi tersebut juga mendapat apresiasi dari peserta yang hadir. Sekretaris DPD Partai NasDem Banyuwangi, Pebdi Arisdiawan, SE, memberikan apresiasi tinggi namun juga memberikan catatan kritis untuk pemerintah daerah.

"Kami sangat mengapresiasi karena kegiatan ini baru pertama kali diadakan dan harus ditindaklanjuti. Saat ini, ada ruang komunikasi yang tersumbat di pemerintah sehingga memicu protes dan demonstrasi. Ke depan, libatkan peran parpol pengusung, termasuk parpol lainnya seperti PKB untuk kebaikan Banyuwangi," ungkap Pebdi.

Senada dengan itu, Sekretaris DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Julisetyo Puji Rahayu, mengaku senang dengan adanya forum yang melibatkan banyak partai politik.

“Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk antarpartai berdiskusi terkait berbagai persoalan di Banyuwangi. Terima kasih Bakesbangpol Banyuwangi yang telah menyatukan kami,” kata Julis. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow