Profil Dadan Hindayana, Sosok yang Dicopot dari Kepala BGN dan Kini Terseret Kasus di Kejagung
Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan publik menyusul langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang melakukan penyegaran di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).
JAKARTA - Nama Dadan Hindayana menjadi sorotan publik menyusul langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang melakukan penyegaran di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN).
Per Selasa (2/6/2026) kemarin, akademisi asal Institut Pertanian Bogor (IPB) ini resmi digantikan oleh Nanik S. Deyang setelah menjabat selama kurang lebih 21 bulan sebagai Kepala BGN pertama.
Setelah dicopot, Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) secara mengejutkan melakukan menggeledah kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Dadan Hindayana ini pun dikabarkan telah berada di kantor Kejaksaan Agung untuk dilakukan pemeriksaan. Namun lembaga hukum ini belum memaparkan kasus apa yang tengah ditanganinya.
Sekilas Dadan Hindayana
Sebelum dikenal secara luas sebagai pejabat publik, Dadan Hindayana menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di dunia akademik. Pria kelahiran Garut, 10 Juli 1967 ini merupakan seorang pakar entomologi atau ilmu yang mempelajari serangga yang disegani.
Kariernya berakar kuat di Fakultas Pertanian IPB University sebagai dosen dan peneliti. Pengalaman kepemimpinannya di ranah pendidikan juga tercatat saat ia mengemban amanah sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Kewirausahaan (STPK) Banau di Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Dadan memiliki latar belakang akademik yang sangat kokoh dengan spesialisasi perlindungan tanaman. Ia menempuh jalur pendidikan tinggi di institusi top dalam dan luar negeri. S1 Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, di IPB University. S2 di University of Bonn, Jerman. Dan S3 pada Bidang Entomologi Terapan dari Leibniz Universität Hannover, Jerman.
Karir di Pemerintahan
Titik balik karier birokrasi Dadan terjadi di penghujung masa jabatan Presiden ke-7 RI, Jokowi. Pada 19 Agustus 2024, ia dilantik sebagai Kepala BGN yang baru dibentuk lewat Keppres Nomor 94P Tahun 2024.
Lembaga ini dirancang khusus untuk mengeksekusi dan mengawal salah satu program paling krusial, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nah, memasuki era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada Oktober 2024, Dadan kembali dipercaya untuk melanjutkan tongkat komando lembaga tersebut.
Kini kiprah Dadan di BGN resmi berakhir. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengumumkan bahwa pemerintah melakukan pergantian pimpinan demi penyegaran organisasi dan meningkatkan efektivitas program.
Keputusan ini diambil usai dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis atau MBG dari berbagai aspek operasional di lapangan.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan Badan Gizi Nasional berada di tangan Nanik S. Deyang, yang sebelumnya mendampingi Dadan sebagai Wakil Kepala BGN. (*)
Apa Reaksi Anda?