Angka Putus Sekolah Tinggi, MMD UB Sosialisasikan Pentingnya Literasi di Desa Olak Alen Blitar

Tingginya angka putus sekolah di Desa Olak Alen, Kabupaten Blitar menjadi permasalahan yang harus ditangani bersama. Kebanyakan para pemuda disana, memilih untuk tidak me ...

Agustus 2, 2023 - 18:40
Angka Putus Sekolah Tinggi, MMD UB Sosialisasikan Pentingnya Literasi di Desa Olak Alen Blitar

TIMESINDONESIA, BLITAR – Tingginya angka putus sekolah di Desa Olak Alen, Kabupaten Blitar menjadi permasalahan yang harus ditangani bersama. Kebanyakan para pemuda disana, memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan formalnya, baik SMP ke SMA dan seterusnya, karena rendahnya motivasi dan kesadaran mereka terhadap pendidikan.

Fenomena tersebut berhasil ditangkap oleh para mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang sedang menjalani program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) di Desa Olak Alen. Sehingga mereka memberikan sosialisasi pentingnya pendidikan kepada warga Desa Olak Alen, Kabupaten Blitar yang dilakukan di Sekolah Nailul Ulum atau  sekolah relawan yang berbasis Islam untuk mengaji, belajar materi agama dan umum, bahasa Inggris dan Arab.

Ketua tim MMD UB Desa Olak Alen, Salwa Humaira Ramadhani menyampaikan, pendidikan masih menjadi persoalan yang cukup serius di desa ini, yang berakibat pada hilangnya motivasi anak-anak untuk sekolah lebih tinggi dan mencari media-media baru untuk belajar.

Dalam pelaksanaan program, sasaran pemberdayaan dibagi menjadi tiga target, yakni jenjang SD, SMP-SMA, dan tenaga pengajar. Pada sasaran jenjang SD, pemberdayaan dilakukan dengan sosialisasi urgensi literasi dan penerapan program gerakan literasi dengan tujuan pembiasaan dan melek literasi.

Sedangkan pada sasaran jenjang SMP-SMA, pemberdayaan dilakukan dengan fokus pada permasalahan minimnya motivasi kuliah yang diakibatkan kesenjangan materi dan informasi.

“Kami memaparkan urgensi melanjutkan pendidikan sampai jenjang perkuliahan, informasi administrasi perkuliahan, pemanfaatan sumber-sumber informasi digital dalam menunjang segala keperluan menghadapi perkuliahan, beserta administrasi beasiswa KIP-Kuliah,” ucap Salwa.

Sementara itu, sosialisasi literasi kepada tenaga pengajar Sekolah Nailul Ulum dilakukan untuk menjaga fungsi latensi dan ketahanan pemberdayaan.

“Tim MMD telah melakukan diskusi dan kolaborasi dengan tenaga pengajar Nailul Ulum, memetakan permasalahan bidang pendidikan di Desa Olak-Alen untuk menemukan program pemberdayaan yang tepat, serta menyusun poster infografis dan PPT untuk bahan ajar. Kami harap dengan output tersebut, program pemberdayaan tetap dapat dilakukan setelah MMD selesai,” jelas Salwa.

Kegiatan ini disambut baik oleh pendiri sekolah Nailul Ulum, Agung. Ia menyampaikan, salah satu motivasinya mendirikan sekolah relawan ini adalah karena kekhawatirannya mengenai pendidikan anak-anak di desanya.

Menurutnya, masih banyak anak-anak dan orang tua yang menganggap bahwa pendidikan tinggi memakan banyak biaya hingga membuat mereka menyerah dari awal. Hal inilah yang membuat literasi mereka tentang pendidikan masih rendah.

Ia menuturkan, sekolah relawan ini telah menampung ratusan siswa dari berbagai jenjang dari mulai TK hingga SMA secara gratis. Di masa liburan sekolah, Nailul Ulum juga memiliki program mandiri yang berfokus pada pengajaran Bahasa Inggris yakni Gang Keminggris yang dibuka untuk anak-anak dari seluruh Indonesia dengan harga yang terbilang cukup terjangkau.

“Masih minim sekali motivasi anak-anak di desa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Kebanyakan berhenti sampai jenjang SMA saja. Beberapa memang terhalang faktor ekonomi, tetapi minimnya informasi dan juga sosialisasi mengenai perkuliahan juga menjadi salah satu hal yang menyebabkan mereak tidak memiliki motivasi untuk kuliah. Untuk itu kami sangat mengapresiasi program MMD UB ini,” pungkas Agung. (d)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow