Aktivis Flotilla Gaza Diduga Disiksa Tentara Israel

Aktivis Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza diduga mengalami kekerasan saat ditahan Israel. Sejumlah relawan terluka dan beberapa mengalami patah tulang rusuk.

Mei 21, 2026 - 11:01
Aktivis Flotilla Gaza Diduga Disiksa Tentara Israel

JAKARTA - Tentara Israel diduga melakukan kekerasan terhadap para aktivis internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina. Sejumlah relawan dilaporkan terluka, tiga orang dilarikan ke rumah sakit, dan beberapa lainnya mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas.

Insiden tersebut memicu kecaman luas dari berbagai negara yang warganya ikut dalam armada bantuan kemanusiaan itu. Negara-negara seperti Inggris, Kanada, Jerman, Belanda, Spanyol, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru menyampaikan protes keras atas perlakuan terhadap para aktivis.

Tiga Aktivis Harus Dirawat di Rumah Sakit

Menurut pengacara yang mendampingi para relawan, tiga aktivis mengalami luka akibat dugaan kekerasan selama penahanan dan harus mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisi mereka stabil, ketiganya diperbolehkan pulang.

Kelompok hak asasi manusia yang memantau kasus tersebut menyebut adanya dugaan pelanggaran terhadap proses hukum yang adil, serta kekerasan fisik dan psikologis selama para aktivis berada dalam tahanan.

Mereka juga menerima banyak laporan mengenai tindakan kekerasan yang disebut sangat ekstrem.

Video Itamar Ben-Gvir Picu Kemarahan Dunia

Kontroversi semakin membesar setelah Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video yang memperlihatkan puluhan pria dan perempuan berlutut dengan tangan terikat ke belakang punggung.

Video itu diberi keterangan “Welcome to Israel” dan memperlihatkan Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel sambil mengejek para tahanan.

Tindakan tersebut memicu kritik keras, termasuk dari Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, yang menyebut perilaku tersebut sebagai tindakan tercela.

Pemimpin Dunia Kecam Perlakuan Israel

Perdana Menteri Giorgia Meloni menilai tayangan itu tidak dapat diterima dan menuntut pembebasan seluruh warga negara Italia yang ikut dalam misi tersebut.

Menteri Dalam Negeri Inggris Yvette Cooper mengaku sangat terkejut dan menilai perlakuan terhadap para aktivis melanggar standar dasar penghormatan terhadap martabat manusia.

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan gambar-gambar yang beredar sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters memerintahkan pemanggilan Duta Besar Israel untuk menyampaikan protes resmi.

Presiden Lee Jae-myung juga mengecam keras tindakan Israel dan mempertanyakan dasar hukum pencegatan armada bantuan di perairan internasional.

Lebih dari 400 Aktivis dari 40 Negara

Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebut lebih dari 400 aktivis dari 40 negara ikut serta dalam konvoi yang terdiri atas sekitar 50 kapal.

Armada tersebut berangkat dari Turki membawa makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan lainnya untuk warga Gaza.

Israel kemudian mencegat armada tersebut di perairan internasional dan membawa seluruh peserta ke wilayah Israel.

Krisis Kemanusiaan di Gaza Masih Berlangsung

Misi Global Sumud Flotilla digelar di tengah situasi kemanusiaan yang masih memprihatinkan di Gaza. Kelaparan masih meluas, sementara sebagian besar warga Palestina hidup di tenda-tenda pengungsian dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi.

Bagi para aktivis, armada bantuan ini merupakan upaya kemanusiaan untuk menembus blokade dan menyalurkan bantuan kepada warga sipil yang terdampak konflik.

Insiden dugaan penyiksaan terhadap para relawan tersebut kembali memicu sorotan internasional terhadap perlakuan Israel terhadap misi-misi kemanusiaan yang berupaya membantu masyarakat Gaza.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow