494 Calon Haji Yogyakarta Siap Berangkat, Dinkes Pastikan Kesehatan Prima hingga Tanah Suci
Pemkot Yogyakarta siapkan layanan kesehatan komprehensif bagi 494 calon jemaah haji, dari skrining, vaksin meningitis hingga pendampingan nakes demi ibadah aman dan sehat.
YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta menunjukkan komitmen serius dalam menjamin kesehatan para jemaah calon haji (JCH) tahun 2026. Melalui Dinas Kesehatan, berbagai langkah komprehensif telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan kesehatan menyeluruh, pengukuran kebugaran, vaksinasi meningitis, hingga penugasan tenaga kesehatan yang akan mendampingi jemaah di Arab Saudi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani menjelaskan bahwa rangkaian pemeriksaan kesehatan JCH telah dimulai sejak November 2025. Tahapan tersebut meliputi skrining kesehatan, penilaian kebugaran jasmani, hingga kelengkapan dokumen kesehatan sebagai syarat keberangkatan.
“Hasil pemeriksaan kesehatan jemaah dikategorikan dalam status istithaah kesehatan. Sebagian besar jemaah masuk kategori istithaah dengan pendampingan obat,” ujar Emma, Kamis (16/4/2026).
Istithaah kesehatan sendiri merupakan salah satu syarat utama dalam pelaksanaan ibadah haji, selain aspek ekonomi dan pengetahuan. Konsep ini menekankan kemampuan fisik dan mental jemaah yang diukur secara medis agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah sesuai syariat.
Menjelang keberangkatan, Dinas Kesehatan mengimbau seluruh JCH untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima. Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, serta kepatuhan terhadap anjuran medis menjadi kunci utama.
Emma juga mengingatkan pentingnya menjaga hidrasi selama di Tanah Suci, termasuk rutin mengonsumsi air zam-zam meski tidak merasa haus. Selain itu, jemaah diminta menggunakan masker di keramaian, melindungi diri dari paparan panas dengan payung atau topi, serta tetap menjalankan aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan.
“Khusus bagi jemaah dengan risiko kesehatan tertentu, wajib mengonsumsi obat secara rutin sesuai anjuran dokter,” tegasnya.
Tenaga Kesehatan Disiagakan hingga Arab Saudi
Pengawalan kesehatan tidak hanya dilakukan di dalam negeri. Pemerintah Kota Yogyakarta juga mengirimkan tenaga kesehatan sebagai bagian dari Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) dan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).
Adminkes Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Rohadanti, menyebutkan bahwa tiga tenaga kesehatan telah disiapkan. Mereka terdiri dari satu dokter dari RS Jogja sebagai TKHD, serta dua perawat dari RS Pratama dan RS Jogja yang bertugas sebagai TKHI dan petugas haji daerah.
Kehadiran tenaga medis ini diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan cepat dan tepat bagi jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Vaksinasi Meningitis Wajib bagi Semua Jemaah
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah, menegaskan bahwa seluruh CJH wajib menjalani vaksinasi meningitis sebelum keberangkatan.
Langkah ini dinilai krusial mengingat tingginya potensi penularan penyakit di tengah jutaan jemaah dari berbagai negara yang berkumpul di Mekkah.
“Selama ini belum ada jemaah asal Kota Yogyakarta yang terkena meningitis sepulang haji, dan ini harus terus dipertahankan,” ungkap Lana.
Tak hanya sebelum dan selama ibadah, pemantauan kesehatan juga dilakukan setelah jemaah kembali ke tanah air. Selama dua hingga tiga minggu, petugas surveilans dari puskesmas akan melakukan monitoring kondisi kesehatan jemaah.
Jika muncul gejala seperti batuk, pilek, demam, sesak napas, atau nyeri menelan, jemaah diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat.
494 Jemaah Berangkat dalam 4 Kloter
Tahun ini, sebanyak 494 calon jemaah haji asal Kota Yogyakarta dijadwalkan berangkat dalam empat kelompok terbang (kloter). Rinciannya:
- Kloter 1: 2 jemaah (bergabung dengan Kulon Progo) berangkat 21 April 2026
- Kloter 6: 353 jemaah berangkat 28 April 2026
- Kloter 7: 3 jemaah (bergabung dengan Bantul) berangkat 29 April 2026
- Kloter 26: 136 jemaah berangkat 20 Mei 2026
Dari total tersebut, sebanyak 189 jemaah merupakan lanjut usia (lansia). Jemaah tertua berusia 85 tahun, sementara yang termuda berusia 16 tahun.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari pemerintah, diharapkan seluruh jemaah haji asal Kota Yogyakarta dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dalam kondisi sehat. (*)
Apa Reaksi Anda?