Wisata Wendit Malang Akhirnya Lunasi Utang Proyek Usai Viral, Vendor CCTV: Sebagian Untuk Santunan

Vendor Nuansa CCTV Malang akhirnya angkat bicara terkait polemik pembayaran sisa uang proyek pemasangan perangkat CCTV dan Audio yang sempat menuai persoalan. Pemilik Nuansa CCTV, Dani Reza Kusuma, me

April 7, 2026 - 12:04
Wisata Wendit Malang Akhirnya Lunasi Utang Proyek Usai Viral, Vendor CCTV: Sebagian Untuk Santunan

MALANG Vendor Nuansa CCTV Malang akhirnya angkat bicara terkait polemik pembayaran sisa uang proyek pemasangan perangkat CCTV dan Audio yang sempat menuai persoalan. Pemilik Nuansa CCTV, Dani Reza Kusuma, memastikan bahwa proses verifikasi hingga penyelesaian pembayaran telah rampung dilakukan oleh pihak Wisata Wendit Malang.

Dani mengatakan, komunikasi intensif dengan pihak Wendit sudah dilakukan sejak pertengahan pekan lalu atau seusai persoalan ini viral di publik. Ia menyebut, panggilan telepon untuk membahas penyelesaian proyek dilakukan beberapa hari lalu, sebelum akhirnya disepakati pertemuan lanjutan.

“Jumat (3/4/2026) malam itu kami bertemu untuk diskusi penyelesaian. Di situ dilakukan verifikasi dan pencocokan antara barang yang kami pasang dengan data yang ada, karena ini memang proyek dari manajemen sebelumnya,” ujar Dani, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, proses verifikasi berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Ia menegaskan, pihaknya tidak melakukan manipulasi dalam proyek tersebut sehingga tidak menemukan kendala saat pencocokan data dengan manjemen baru Wisata Wendit.

“Karena kami merasa bersih, tidak ada manipulasi, alhamdulillah proses hari Jumat itu berjalan lancar,” ungkapnya.

Setelah proses verifikasi selesai, langkah lanjutan dilakukan keesokan harinya. Pada Sabtu (4/4/2026), Dani menyebut telah ada kepastian bahwa persoalan proyek tersebut dinyatakan selesai.

Tak hanya memastikan penyelesaian administrasi, Dani juga mengungkapkan bahwa pembayaran proyek telah dilunasi dengan nilai total mencapai Rp105 juta. Dari jumlah tersebut, sebagian dana dialokasikan untuk kegiatan sosial atau santunan.

“Dibayarkan lunas Rp105 juta, dan sebagian kami niatkan untuk santunan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, kegiatan sosial tersebut rencananya akan melibatkan anak-anak panti asuhan. Bahkan, pihaknya juga menggandeng pihak lain untuk mendukung kegiatan tersebut.

“Termasuk nanti ada dukungan dari pihak lain, anak-anak panti asuhan akan diajak kegiatan, sekalian berbagi,” katanya.

Dani menuturkan, kegiatan bakti sosial tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat.

“Dalam waktu dekat akan kita adakan bakti sosial atau santunan,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula pada Desember 2024 lalu, dimana pihak Wisata Wendit meminta Dani untuk melakukan pemasangan 40 titik CCTV dengan nilai tawar sekitar Rp90 juta.

Saat sudah dikerjasamakan dan dilakukan pemasangan, pembayaran hanya dilakukan dua kali dengan total sekitar Rp50 juta.

Belum juga lunas soal CCTV, Manajemen Wisata Wendit kembali meminta Dani untuk melakukan proyek pemasangan Audio dengan nilai total sekitar Rp168 juta pada Januari 2025.

Hal yang sama berulang, proyek audio tersebut setelah dipasang dan dipergunakan, hanya dibayar sekitar Rp100 juta tanpa pelunasan.

Sehingga, untuk proyek CCTV menyisakan pembayaran sekitar Rp40 juta dan proyek audio menyisakan pembayaran sekitar Rp65an juta atau jika ditotal sekitar Rp105 juta yang belum dilunasi.

Ia pun sempat melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi maupun mendatangi langsung lokasi Wisata Wendit. Namun, pihak manajemen tak memberikan respons ataupun langkah baik untuk melakukan pelunasan.

Akhirnya, karena sudah geram Dani pun menceritakan keluh kesahnya melalui media sosial dan sampai saat ini pelunasan belum juga dilakukan.(*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow