Visiting Professor UB Tekankan Ketahanan Hingga Literasi Keuangan

Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan visiting professor dengan menghadirkan dua guru besar dari Universiti Putra Malaysia, yaitu Prof. Law Siong Hook dan Prof. Dr. Moham

Juni 24, 2026 - 18:00
Visiting Professor UB Tekankan Ketahanan Hingga Literasi Keuangan

MALANG - Dalam memperkuat komitmen pembelajaran berkualitas, memperluas jejaring global, dan mendorong publikasi ilmiah bereputasi internasional, Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan visiting professor dengan menghadirkan dua guru besar dari Universiti Putra Malaysia, yaitu Prof. Law Siong Hook dan Prof. Dr. Mohamad Fazli Sabri. Keduanya membahas terkait ekonomi keuangan, ekonomi pembangunan, literasi keuangan, inklusi keuangan, dan transformasi digital. 

Dalam paparannya, Prof. Law Siong Hook menjelaskan terkait pembelanjaan fiskal dan ekonomi keuangan. Melalui materi bertajuk “Fiscal Spending, Financial Inclusion, and the Inclusiveness of Provincial Growth in Indonesia”, Prof. Law menjelaskan peran belanja fiskal dan inklusi keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tingkat provinsi. 

“Belanja fiskal berperan penting dalam inklusi keuangan karena mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak otomatis dapat menurunkan angka kemiskinan. Maka diperlukan pemahaman mendalam terkait kualitas belanja publik, akses keuangan, dan efektivitas kebijakan pembangunan daerah.

Prof. Dr. Mohamad Fazli Sabri saat memaparkan materi. (FOTO: Istimewa)
Prof. Dr. Mohamad Fazli Sabri saat memaparkan materi. (FOTO: Istimewa)

Sementara itu, Prof. Dr. Mohamad Fazli Sabri memaparkan materi bertajuk  “Determinants of Household Financial Resilience in Indonesia and Malaysia: The Roles of Financial Literacy, Digital Financial Literacy, FinTech Adoption, and AI Literacy”, yang membahas terkait pentingnya ketahanan ekonomi rumah tangga dalam menghadapi dinamika ekonomi dan transformasi digital. 

Lanjutnya, rumah tangga perlu mengelola keuangan dengan mengetahui literasi keuangan, termasuk keuangan digital, adopsi FinTech, dan literasi AI. Menurutnya, hal tersebut dapat mengelola risiko dan membuat keputusan keuangan yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi rumah tangga dalam jangka panjang. 

“Masyarakat perlu memahami literasi terkait keuangan supaya dapat mengelola risiko dengan baik serta meningkatkan kesejahteraan jangka panjang,” ucapnya. 

Selain memberikan pembelajaran akademik, kegiatan ini menjadi ruang untuk membuka peluang kolaborasi riset kedua negara, terutama terkait isu pembangunan inklusif dan ketahanan keuangan. 

Kegiatan ini juga turut mendorong pengembangan manuskrip ilmiah dan publikasi internasional bereputasi melalui workshop, diskusi akademik, dan pendampingan riset.

Diharapkan, civitas akademika Universitas Brawijaya dalam menghasilkan kajian yang relevan dan bermanfaat. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow