Viral Dugaan Belatung pada Menu MBG di Blora, SPPG Kamolan Evaluasi Pemasok

Isu mengenai dugaan adanya belatung pada menu MBG sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredarnya video di media sosial.

Maret 15, 2026 - 23:30
Viral Dugaan Belatung pada Menu MBG di Blora, SPPG Kamolan Evaluasi Pemasok

BLORA Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamolan mengganti seluruh menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SD Muhammadiyah Blora setelah muncul laporan adanya makanan yang diduga tidak layak konsumsi.

Langkah tersebut diambil meskipun temuan hanya terjadi pada satu porsi makanan di salah satu kelas. Secara keseluruhan, sebanyak 395 porsi menu MBG diganti sebagai bentuk tanggung jawab penyedia layanan.

Asisten Lapangan SPPG Kamolan, Deni Eko Triono, menjelaskan bahwa menu yang dipermasalahkan adalah bandeng presto.

“Bandeng presto itu sudah melalui Quality Control saat datang dari pemasok sekitar pukul 00.00 WIB pada 13 Maret 2026,” ujar Deni, Sabtu (14/3/2026).

Isu mengenai dugaan adanya belatung pada menu MBG sebelumnya ramai diperbincangkan setelah beredarnya video di media sosial. 

Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah kotak makanan yang berisi lauk ikan bandeng dan tahu yang disebut sebagai bagian dari paket MBG.

Dalam video tersebut juga tampak benda kecil yang diduga belatung pada salah satu bagian makanan sehingga memicu kekhawatiran masyarakat terkait kualitas serta higienitas makanan yang diberikan kepada siswa.

Menurut Deni, laporan terkait makanan yang diduga tidak layak konsumsi itu berasal dari salah satu sekolah penerima program, yakni SD Muhammadiyah Blora.

“Kami menerima laporan adanya bandeng yang tidak layak dikonsumsi. Atas kejadian ini kami dari pihak SPPG bertanggung jawab penuh untuk mengganti menu tersebut,” katanya.

Pihak SPPG kemudian melakukan pengecekan dan pendataan ulang di lapangan. Dari hasil penelusuran tersebut, temuan hanya dilaporkan dari satu sekolah dan bahkan hanya terjadi pada satu kelas dengan satu porsi makanan.

“Iya, laporan hanya dari satu wali murid. Setelah dilakukan pendataan ulang tidak ditemukan lagi. Namun untuk menghindari polemik, kami memutuskan mengganti menu untuk seluruh siswa di SD Muhammadiyah,” jelasnya.

Selain mengganti menu makanan, SPPG Kamolan juga melakukan evaluasi terhadap rantai pasok bahan makanan yang digunakan dalam program tersebut.

Deni menegaskan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pemasok apabila ditemukan kelalaian dalam menjaga kualitas bahan baku.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi supplier kami. Jika terbukti tidak amanah atau tidak bertanggung jawab terhadap kualitas bahan yang dikirimkan, kerja sama akan kami putus,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Blora, Puji Lestari, mengapresiasi respons cepat dari pihak SPPG dalam menindaklanjuti laporan yang muncul di sekolahnya.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pihak SPPG yang cepat merespons laporan dari sekolah,” ujarnya.

Puji mengatakan, meskipun temuan hanya terjadi pada satu porsi makanan, pihak SPPG tetap mengganti seluruh menu MBG bagi para siswa.

Ia juga menyampaikan bahwa para wali murid menerima langkah tersebut dengan baik, meski tetap memberikan sejumlah masukan.

“Wali murid berharap SPPG ke depan lebih selektif dalam memilih bahan makanan serta terus meningkatkan kualitas menu yang diberikan kepada siswa,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow