Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bansos dan Pelatihan Tata Boga PKH

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa (Gus Barra) menyalurkan 67 paket bansos dan peralatan kerja PKH di Dinas Sosial untuk mendorong graduasi dan kemandirian ekonomi warga.

Juli 14, 2026 - 19:03
Pemkab Mojokerto Salurkan 67 Paket Bansos dan Pelatihan Tata Boga PKH
MOJOKERTO -

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Mojokerto terus berkomitmen meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penyaluran 67 paket bantuan sosial (bansos) yang diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Shofiya Hanna Albarraa, di Kantor Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, Selasa (14/7/2026).

Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra ini menyatakan bahwa bantuan yang diterima masyarakat tidak hanya berupa peralatan kerja, melainkan juga bekal pengetahuan melalui pelatihan tata boga atau kuliner. Pemberian bantuan ini masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang mengupayakan peningkatan keterampilan individu agar mampu mandiri secara ekonomi dan mencapai graduasi nyata.

"Harapannya adalah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kemandirian para penerima manfaat sehingga pada waktunya mampu berdaya secara ekonomi serta siap melakukan graduasi dari Program Keluarga Harapan. Graduasi itu peningkatan, jadi tidak selamanya harapan dari pemerintah panjenengan berada pada desil 1 sampai 4," terangnya.

Gus Barra menyebutkan bahwa peningkatan taraf hidup masyarakat melalui bantuan dan pelatihan menjadi salah satu prioritas Pemkab Mojokerto. Ia pun berpesan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar bantuan operasional ini benar-benar difungsikan sesuai peruntukannya, serta mengikuti pelatihan dengan optimal.

"Saya berpesan kepada para peserta pelatihan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh. Serap ilmu dan pengalaman yang diberikan oleh para narasumber, kemudian kembangkan menjadi usaha yang mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar," jelas Gus Barra.

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Mojokerto, Tri Raharjo merinci data para penerima manfaat. Untuk kategori bantuan peralatan kerja dari program PKH, bansos menyasar 19 KPM yang tersebar di empat kecamatan.

"Penerima manfaat Program Keluarga Harapan yang mendapat bantuan peralatan kerja berasal dari Kecamatan Puri, Sooko, Gedeg, dan Trawas sebanyak 19 orang KPM," jelas Tri Raharjo.

Selain itu, Tri Raharjo memaparkan rincian 67 paket bantuan yang disalurkan. Di antaranya meliputi bantuan peralatan tata boga bagi 10 penyandang disabilitas dan bantuan kursi roda untuk 38 penerima manfaat.

Untuk KPM peminat usaha kuliner pentol, diberikan bantuan berupa 1 unit kompor gas, 1 tabung gas, 1 selang kompor, 1 unit blender, 1 dandang, dan 1 panci. Sedangkan untuk usaha kuliner gorengan, diserahkan 1 unit kompor gas, 1 tabung gas, 1 selang kompor, 1 unit blender, 1 wajan, dan 1 panci.

Sementara untuk kluster tata boga khusus penyandang disabilitas, bantuan yang diberikan berupa 1 unit kompor gas, 1 tabung gas, 1 oven, dan 1 wajan. Untuk peminat usaha kue kering, paket terdiri atas 1 unit kompor gas, 1 tabung gas, 1 selang kompor, 1 panci, 1 oven, dan 1 spatula.

Kadinsos juga menambahkan, masyarakat yang menemukan ketidaktepatan sasaran bantuan atau memiliki pertanyaan seputar permasalahan sosial dapat menghubungi layanan Sarana Pelayanan Hati dan Kasih Sayang terhadap Penanganan Kesejahteraan Sosial (Simpati Kesos).

"Segala bentuk permasalahan sosial siap kami tangani karena itu adalah amanah dari Bupati. Monggo bisa melalui Simpati Kesos di nomor WhatsApp atau telepon 081211124799, atau melalui kanal pengaduan lainnya," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow