ToT PKM Unipma 2026: Dosen Dilatih Jadi Mentor Proposal Program Kreativitas Mahasiswa
Program Training of Trainer (ToT) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas
MADIUN - Program Training of Trainer (ToT) Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas proposal dan pendampingan PKM di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini dirancang sebagai forum penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa agar mampu memahami secara komprehensif mekanisme, substansi, serta strategi penyusunan proposal PKM yang sesuai dengan standar nasional. Kegiatan ini menjadi krusial untuk memastikan setiap proposal PKM memiliki kualitas akademik dan inovasi yang unggul.
Kegiatan ToT PKM 2026 dilaksanakan dalam format hybrid learning yang menggabungkan sesi luring dan daring, dengan rangkaian agenda yang telah terstruktur mulai tanggal 23 Juni - 3 Juli 2026. kegiatan ini diikuti oleh 50 dosen dari berbagai prodi. “Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas proposal PKM Unipma dan meningkatkan kolaborasi dosen dan mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif," ungkap Dr. Jeffry Handhika, M.Pd. Wakil Rektor 3 dalam sambutannya.
Materi yang diberikan dalam ToT PKM ini mencakup berbagai aspek penting seperti strategi pengembangan PKM, bedah panduan PKM, cara pembimbingan yang efektif dan terukur.
Kegiatan ini dipandu oleh narasumber Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si, Dr. Edy Suprapto, M.Pd dan Dr. Restu Lusiana, M.Pd. yang berpengalaman memberikan penekanan pada pentingnya relevansi ide, kebaruan penelitian, serta keberlanjutan program yang diajukan mahasiswa. Selain itu, peserta juga dibekali dengan teknik penyusunan proposal berbasis studi kasus agar mampu memahami kesalahan umum yang sering terjadi dalam pengajuan PKM sebelumnya.
Adanya pendekatan Training of Trainer, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan mahasiswa dalam merancang ide kreatif yang memiliki nilai implementatif.
Kualitas proposal yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kegiatan ToT PKM ini sangat membantu kami dalam memahami struktur proposal yang baik dan benar, sebagai langkah awal brainstrorming dengan mahasiswa. Sebelumnya kami sering kesulitan menentukan ide yang sesuai dengan skema PKM, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, kami jadi lebih paham bagaimana menyusun gagasan yang sistematis dan sesuai panduan,” ujar Dr. Fitra Pinandhita, peserta ToT.
Implementasi, ToT PKM 2026 juga menjadi ruang kolaborasi yang efektif antara dosen dan mahasiswa dalam menciptakan ekosistem akademik yang produktif. Diskusi interaktif yang berlangsung selama pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap konsep inovasi, penelitian terapan, dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menjadi indikator bahwa pelatihan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak pada peningkatan kapasitas peserta.
Adanya kegiatan ini, UNIPMA Madiun menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa melalui pendampingan yang terarah dan berkelanjutan. ToT PKM 2026 diharapkan menjadi model pelatihan yang dapat direplikasi pada program-program pengembangan akademik lainnya, sehingga kualitas proposal PKM dari tahun ke tahun semakin meningkat baik dari segi substansi maupun implementasi.
Secara keseluruhan, kegiatan Training of Trainer PKM ini memberikan kontribusi signifikan dalam membangun budaya akademik yang inovatif, kolaboratif, dan berbasis riset. Sinergi antara dosen dan mahasiswa, serta dukungan institusi yang kuat, diharapkan UNIPMA Madiun dapat terus menghasilkan karya-karya PKM yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. (*)
Apa Reaksi Anda?