Boneka Pima Jadi Ikon UNIPMA di Madiun Spektra Carnival 2026, Interaktif Sapa Penonton

Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) menghadirkan warna baru dalam gelaran Madiun Spektra Carnival 2026 (25/6/2026) dengan menampilkan dua maskot boneka bernama Pima.

Juni 27, 2026 - 12:07
Boneka Pima Jadi Ikon UNIPMA di Madiun Spektra Carnival 2026, Interaktif Sapa Penonton

MADIUN - Unipma Madiun (Universitas PGRI Madiun) menghadirkan warna baru dalam gelaran Madiun Spektra Carnival 2026 (25/6/2026) dengan menampilkan dua maskot boneka bernama Pima. Keduanya menjadi pusat perhatian dalam karnaval bertema “Swarga Katulistiwa: Semarak UNIPMA dalam Harmoni Budaya” karena tampil lebih interaktif, ramah, dan aktif menyapa penonton sepanjang rute parade di Kota Madiun.

Sejak awal parade dimulai, boneka Pima langsung mencuri perhatian ribuan warga yang memadati jalan utama. Tidak hanya berjalan di barisan terdepan, kedua maskot ini beberapa kali berhenti untuk melambaikan tangan, memberi salam, hingga berinteraksi langsung dengan anak-anak dan penonton yang berada di sisi jalan. Kehadiran mereka membuat suasana karnaval terasa lebih hidup dan dekat dengan masyarakat.

Unipma Madiun mengusung konsep maskot tahun ini tidak hanya menonjolkan visual budaya, tetapi juga pendekatan komunikatif yang lebih humanis. Pima dirancang sebagai representasi karakter yang ceria, bersahabat, dan mampu menjadi jembatan interaksi antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat umum dalam ruang budaya terbuka. Meski berbentuk boneka modern, Nima dan Pima tetap membawa unsur filosofis budaya nusantara. 

Kehadiran Pima sebagai maskot interaktif membuat jalannya karnaval terasa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banyak penonton, khususnya anak-anak, terlihat antusias saat kedua boneka tersebut melambaikan tangan atau mendekat ke arah kerumunan. Beberapa bahkan terlihat tertawa dan berfoto bersama saat maskot berhenti sejenak di sepanjang rute parade.

Salah satu penonton, Andi (32), mengaku bahwa kehadiran maskot boneka ini memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan. “Biasanya karnaval itu cuma lihat dari jauh. Tapi ini maskotnya aktif menyapa, jadi terasa lebih dekat dan seru,” ujarnya. Hal senada disampaikan oleh penonton lain yang menilai konsep interaktif seperti ini membuat karnaval lebih ramah untuk keluarga. 

Tim kreatif Unipma Madiun menyebut bahwa pemilihan karakter  Pima bukan sekadar estetika, tetapi juga strategi komunikasi budaya yang lebih inklusif, agar Unipma Madiun lebih dekat dengan masyarakat.  Boneka yang ekspresif, pesan budaya yang dibawa dalam karnaval diharapkan lebih mudah diterima oleh semua kalangan, terutama generasi muda dan anak-anak. 

Selain maskot, Madiun Night Carnival 2026 juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang dikemas apik. Parade ini dirancang sebagai ruang kolaborasi budaya yang tidak hanya menampilkan pertunjukan, tetapi juga mengedukasi publik tentang pentingnya menjaga identitas budaya Indonesia.

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya area penonton sepanjang jalur karnaval. Banyak warga mengabadikan momen dengan kamera ponsel, sementara sebagian lainnya menikmati pertunjukan secara langsung tanpa gangguan. Suasana malam Kota Madiun berubah menjadi panggung besar penuh cahaya, kostum, musik, dan interaksi budaya.

Hadirnya Pima sebagai maskot boneka lucu dan interaktif, Unipma berhasil menghadirkan pendekatan baru promosi sebagai bagian penting dari Kota Madiun. Tidak hanya sebagai simbol, maskot ini menjadi media komunikasi yang efektif antara dunia akademik dan masyarakat, sekaligus memperkuat pesan bahwa budaya dapat disampaikan dengan cara yang kreatif, ringan, dan menyenangkan. Harapannya masyarakat semakin yakin mempercayakan studinya di Unipma. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow