TMMD 128 Gresik Satukan TNI-Polri dan Warga Bangun Ketahanan Sosial Desa
Sosialisasi kamtibmas dalam TMMD 128 Gresik memperkuat sinergi TNI-Polri dan warga Desa Slempit untuk membangun desa aman.
GRESIK - TMMD 128 Gresik di Desa Slempit menunjukkan bahwa pembangunan desa tak cukup hanya dengan beton dan alat berat. Di balik pembangunan fisik, ada fondasi lain yang sama penting: ketahanan sosial masyarakat. Hal itu terlihat dalam sosialisasi Perpolisian Masyarakat yang digelar di Balai Desa Slempit, Rabu (29/4/2026) malam.
Program non-fisik ini menjadi bukti bahwa TMMD juga dirancang untuk membangun kesadaran kolektif warga terhadap keamanan lingkungan, hukum, dan penyelesaian konflik sosial.
Hadir sebagai narasumber, Aiptu Syafei, Peltu Iwan Jaya, dan Kepala Desa Suyitno memberikan pemahaman bahwa keamanan desa bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Dalam forum tersebut, warga diajak memahami berbagai persoalan riil, mulai dari pencegahan pencurian hasil panen hingga penanganan konflik sosial tingkat RT/RW.
Peltu Iwan Jaya menegaskan bahwa sinergi TNI-Polri dalam TMMD adalah bentuk nyata kolaborasi negara di tingkat desa.
“TNI dan Polri terus bergandengan tangan. Bersama pemerintah desa dan masyarakat, kita wujudkan desa yang aman, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Kepala Desa Slempit, Suyitno, menilai kegiatan ini penting sebagai bekal masyarakat pasca pembangunan fisik TMMD. Menurutnya, infrastruktur yang baik harus diiringi dengan stabilitas sosial agar manfaat pembangunan dapat terjaga.
Antusiasme warga dalam sesi diskusi menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga pengetahuan praktis untuk menjaga lingkungannya.
TMMD 128 Gresik melalui sosialisasi ini menegaskan satu pesan penting: desa yang kuat adalah desa yang mampu menjaga dirinya sendiri. Dari Balai Desa Slempit, pembangunan sosial itu sedang dirawat melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.(*)
Apa Reaksi Anda?