Tingkatkan Produktivitas Nelayan Gresik, Pemkab Fasilitasi KUSUKA dan Tambah SPBUN

Komisi II DPRD Gresik bersama Dinas Perikanan sosialisasikan zona penangkapan ikan serta mendorong kelengkapan dokumen KUSUKA bagi 11 ribu nelayan lokal.

Juli 7, 2026 - 19:32
Tingkatkan Produktivitas Nelayan Gresik, Pemkab Fasilitasi KUSUKA dan Tambah SPBUN

GRESIK - Potensi perikanan tangkap di Kabupaten Gresik dinilai menjanjikan. Meski demikian, para nelayan didorong untuk memahami zona penangkapan ikan agar aktivitas melaut berjalan tertib dan hasil tangkapan lebih optimal.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Gresik, Ricke Mayumi, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi zona penangkapan ikan di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Selasa (7/7/2026). Menurut Ricke, pemahaman terhadap zona penangkapan ikan menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

“Nelayan perlu memahami pola penangkapan ikan dan zona perikanan tangkap agar hasil yang diperoleh lebih maksimal. Dengan pemahaman yang baik, aktivitas melaut juga menjadi lebih tertib,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan, konflik antarnelayan masih kerap terjadi akibat minimnya informasi mengenai zona penangkapan ikan. Oleh karena itu, data penangkapan yang akurat dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku menjadi hal penting untuk menciptakan keadilan di antara sesama nelayan.

“Kami di DPRD akan terus mengawal program-program Dinas Perikanan agar benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan,” kata Ricke.

Fasilitasi Dokumen KUSUKA dan BBM Bersubsidi

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan Gresik, Arif Wicaksono, menyebutkan bahwa Kabupaten Gresik memiliki sekitar 11 ribu nelayan perikanan tangkap. Namun, belum seluruhnya dapat mengakses rekomendasi pembelian BBM bersubsidi karena belum melengkapi dokumen persyaratan.

Dinas Perikanan terus mendorong para nelayan untuk melengkapi dokumen perizinan, termasuk kepemilikan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (KUSUKA) serta e-Pas Kecil bagi kapal nelayan.

“Kami terus memacu nelayan agar mengurus KUSUKA. Nantinya juga akan kami bantu memiliki e-Pas Kecil sehingga bisa memperoleh rekomendasi BBM bersubsidi,” ujar Arif.

Saat ini, jumlah nelayan di Gresik yang telah memperoleh rekomendasi BBM bersubsidi mencapai sekitar 1.354 orang. Dinas Perikanan menargetkan angka tersebut dapat meningkat hingga 3.000 nelayan.

Untuk mendukung kebutuhan operasional tersebut, Kabupaten Gresik saat ini telah memiliki dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN), yaitu di Campurejo dan Lumpur.

"Tahun ini akan bertambah satu, jadi punya tiga. Rencananya Pemkab akan membangun SPBUN baru di Ujungpangkah,” pungkas Arif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow