Teror di Masjid San Diego, Tiga Jemaah Tewas dan Dua Pelaku Bunuh Diri
Penembakan terjadi di Pusat Islam San Diego, Amerika Serikat. Tiga orang tewas, sementara dua pelaku remaaja ditemukan meninggal akibat luka tembak yang diduga dilakukan sendiri.
JAKARTA - Masjid San Diego di Amerika Serikat diteror dua remaja Amerika Serikat dengan serentetan tembakan, tiga orang meninggal dunia dan dua terorisnya irupun kemudian mati bunuh diri di dalam mobil mereka.
Polisi mengatakan, tiga orang meninggal dunia setelah penembakan di Pusat Islam di masjid San Diego itu.
Total ada lima orang yang menjadi korban jiwa, dua remaja bersenjata dan tiga pria dewasa.
Salah satu korban adalah seorang petugas keamanan masjid yang memainkan peran "penting" dalam mencegah pertumpahan darah lebih lanjut, katanya.
Kekacauan dimulai sekitar pukul 23.40 Senin malam ketika tembakan terdengar di Pusat Islam San Diego di Clairemont.
Petugas tiba di lokasi kejadian dalam waktu empat menit, dan 'segera' melihat para korban yang meninggal di luar gedung, kata Kepala Kepolisian San Diego, Scott Wahl, dalam konferensi pers.
"Karena lokasi pusat Islam tersebut, kami menganggapnya sebagai kejahatan kebencian," tambah Wahl sebelum beralih ke Mark Remily, agen khusus FBI yang bertanggung jawab.
Remily mengatakan bahwa kedua pelaku penembakan itu adalah 'remaja', tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut. Polisi berada di rumah kerabat para pelaku penembakan pada Senin malam.
Sejumlah orang dilarikan ke rumah sakit setelah terdengar suara tembakan, lapor NBC News. Tingkat keparahan luka mereka belum diketahui.
Dua pelaku terornya adalah remaja Amerika Serikat yang berusia 19 dan 17 tahun. Polisi San Diego mengatakan, keduanya mati karena luka tembak yang mereka lakukan sendiri.
Ketiga korban yang semuanya pria dewasa ditemukan tergeletak dalam keadaan meninggal dunia di depan masjid Pusat Islam San Diego.
"Petugas menemukan mereka para korban setelah polisi dikerahkan ke masjid," kata Kepala Polisi, Scott Wahl.
Sekitar waktu yang sama, kata Wahl, pihak berwenang mulai menerima panggilan tentang suara tembakan beberapa blok jauhnya.
"Seorang tukang taman yang sedang bekerja di area tersebut ditembak tetapi tidak terluka," kata Wahl.
Beberapa saat kemudian, katanya, petugas dipanggil ke sebuah kendaraan di jalan yang di dalamnya terdapat tersangka pelakunya.
"Tetapi keduanya tampaknya sudah mati dengan luka tembak yang mereka lakukan sendiri," katanya, seraya menambahkan bahwa para penyelidik yakin tidak ada petugas yang melepaskan tembakan.
"Situasi yang menyebabkan hal ini terjadi dan detail tentang apa yang terjadi serta waktu tepatnya akan terungkap dalam beberapa hari mendatang," katanya.
Teror itu dilakukan remaja Amerika Serikat disaat Umat Muslim di seluruh dunia memperingati hari kedua bulan Dzul Hijjah hari ini, yang jatuh setiap tahun pada bulan terakhir kalender Islam. Bulan ini dianggap sebagai salah satu bulan tersuci dan berarti "bulan haji".
Ini menandai waktu ketika jutaan umat Islam memulai ibadah haji, ibadah ke Mekah di Arab Saudi. Haji adalah pertemuan umat Muslim terbesar di dunia dan akan dimulai tahun ini pada tanggal 25 Mei, demikian diumumkan Uni Emirat Arab hari ini.
Imam masjid tersebut mengatakan bahwa tidak ada anak-anak yang terluka selama penembakan itu.
Tempat ibadah umat Muslim ini juga merupakan lokasi sekolah Al Rashid, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Islam San Diego.
Anak-anak dari taman kanak-kanak hingga kelas tiga bersekolah di sana.
"Seluruh sekolah aman. Semua anak-anak, semua staf, dan guru aman di luar Pusat Islam," kata Imam Taha Hassane dalam sebuah video unggahan di Facebook.
"Kami memiliki beberapa korban jiwa, belum dikonfirmasi. Saat ini tidak ada ancaman, tetapi kami meminta semua orang untuk menjauhi Pusat Islam San Diego," tulisnya.
Sejumlah besar siswa muda terlihat dievakuasi dari gedung oleh petugas penegak hukum.
Para orang tua yang panik bergegas ke lokasi kejadian untuk menjemput anak-anak mereka setelah polisi mendirikan tempat pusat evakuasi di Gereja Advent Hari Ketujuh Clairemont San Diego.
Beberapa orang terlihat sedang menelepon untuk mendapatkan jawaban tentang apa yang terjadi, sementara seorang wanita terlihat berjongkok di luar masjid saat teror itu berlangsung.
Sejumlah besar siswa dievakuasi dari lokasi tersebut, yang merupakan tempat berdirinya sekolah Al Rashid di Masjid San Diego, Amerika Serikat, setelah dua teroris remaja itu membunuh tiga orang.
Apa Reaksi Anda?