Tekan Balap Liar, IMI Kota Tasikmalaya Siapkan Jalan KH EZ Muttaqin Jadi Lintasan Pacu

Pecinta balap roda dua mendapat angin segar setelah IMI Kota Tasikmalaya menggagas pemanfaatan Jalan KH EZ Muttaqin sebagai lintasan balap dragbike dan dragrace.

Maret 6, 2026 - 18:00
Tekan Balap Liar, IMI Kota Tasikmalaya Siapkan Jalan KH EZ Muttaqin Jadi Lintasan Pacu

TASIKMALAYA Suara deru mesin sepeda motor yang selama ini identik dengan balap liar di sejumlah ruas jalan Kota Tasikmalaya berpotensi berubah menjadi ajang olahraga resmi. 

Para pecinta kecepatan roda dua kini mendapat angin segar setelah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tasikmalaya menggagas pemanfaatan Jalan KH EZ Muttaqin sebagai lintasan balap dragbike dan dragrace.

Gagasan ini muncul setelah jajaran pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Tasikmalaya melakukan audiensi dengan pihak Polres Tasikmalaya Kota beberapa waktu lalu. 

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas solusi untuk menekan maraknya balapan liar sekaligus menyediakan ruang penyaluran hobi otomotif secara positif dan aman.

Ketua Ikatan Motor Indonesia Kota Tasikmalaya, H. Tantan Shadir Soniawan, menyampaikan bahwa ruas Jalan KH EZ Muttaqin di kawasan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi dinilai sangat layak untuk dijadikan lintasan balap resmi.

“Setelah kami melakukan audiensi dengan pihak kepolisian, Pak Kapolres langsung respons menelpon Wali Kota terhadap rencana menjadikan jalan tersebut sebagai lintasan dragbike dan dragrace bagi para pecinta olahraga otomotif di Kota Tasikmalaya,” kata Shadir kepada TIMES Indonesia, Jumat (6/3/2026) sore.

Menjawab Fenomena Balapan Liar

Tatan.jpgKetua IMI Kota Tasikmalaya, H. Tantan Shadir Soniawan saatemberikan keterangan kepada TIMES Indonesia Jumat (6/3/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Balapan liar bukanlah fenomena baru di Kota Tasikmalaya. Setiap akhir pekan atau pada malam hari tertentu, sejumlah ruas jalan sering dijadikan arena adu kecepatan oleh para remaja dan komunitas motor.

Kondisi tersebut tidak hanya membahayakan pelaku balapan, tetapi juga pengguna jalan lainnya. Selain itu, aktivitas tersebut sering menimbulkan keresahan masyarakat karena kebisingan dan potensi kecelakaan lalu lintas.

Melihat fenomena tersebut, IMI Kota Tasikmalaya bersama kepolisian mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih konstruktif. 

Alih-alih hanya melakukan penindakan, para pecinta otomotif diarahkan untuk menyalurkan minat mereka melalui kegiatan olahraga resmi.

Menurut Tantan, langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan atlet otomotif di daerah.

“Ini bukan hanya soal menyalurkan hobi, tetapi juga mencari bibit-bibit atlet balap dari Kota Tasikmalaya. Jika diarahkan dengan benar, mereka bisa berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Jalur Ideal untuk Balapan

Pemilihan Jalan KH EZ Muttaqin menurut Shadir bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil pengamatan awal, panjang lintasan jalan tersebut mencapai sekitar 435 meter, sehingga dinilai memenuhi standar dasar untuk ajang dragbike maupun dragrace.

Dalam olahraga balap lurus, panjang lintasan yang digunakan biasanya sekitar 201 meter atau yang dikenal dengan jarak 201 meter drag race.

“Lintasan jalan ini cukup panjang. Sebetulnya kita hanya membutuhkan trek sepanjang 201 meter, sedangkan sisanya sekitar 200 meter bisa dimanfaatkan untuk area pengereman,” jelas Shadir.

Dengan panjang total 435 meter, jalur tersebut dinilai memiliki ruang yang cukup aman bagi pembalap untuk memperlambat kendaraan setelah melewati garis finis.

Selain itu, kondisi jalan yang relatif lurus dan lebar juga menjadi faktor penting yang mendukung keselamatan para peserta balapan.

Harapan untuk Pebalap Lokal

Rencana ini juga membuka peluang bagi Kota Tasikmalaya untuk melahirkan atlet balap motor yang mampu bersaing di tingkat regional hingga nasional.

Selama ini, banyak pembalap potensial dari daerah yang tidak memiliki fasilitas latihan memadai. Akibatnya, mereka sering berlatih secara sembunyi-sembunyi di jalan umum yang berisiko tinggi.

Dengan adanya lintasan resmi, pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah oleh organisasi otomotif.

IMI Kota Tasikmalaya juga berencana akan menggandeng berbagai pihak, termasuk komunitas motor dan sponsor otomotif, untuk menggelar event-event drag race secara berkala.

Jika terealisasi, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah olahraga, tetapi juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal melalui sektor pariwisata olahraga dan industri otomotif.

Agar rencana ini dapat berjalan dengan baik, IMI Kota Tasikmalaya akan terus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian serta pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.

Wujud Dukungan Nyata

Jupri Surahman (56) tokoh masyarakat Linggajaya, Mangkubumi, Kota Tasikmalaya  menyambut baik atas inisiasi pembuatan lintasan track dragbike dan dragrace, apalagi kegiatan ini untuk menekan balapan liar yang kerap terjadi di Kota Tasikmalaya.

"Sebuah kehormatan bagi saya bisa turut serta menekan balapan liar di Kota Tasikmalaya, mudah-mudahan bisa berdampak positip bagi otomotip di Tasikmalaya," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Operasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kita Tasikmalaya Endang Suryana saat dihubungi TIMES Indonesia  mengaku sudah mendapat perintah dari kepala dinas untuk meninjau ke lokasi.

"Ya kemarin saya bersama Kasatlantas dari Polres Tasikmalaya Kota meninjau ke lapangan, sekaligus untuk rekayasa lalu lintas, alhamdulilah hasilnya direkomendasikan,"akunya.

Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan, terutama terkait pengaturan lalu lintas, keamanan acara, hingga perizinan penggunaan jalan sebagai lintasan balap pada waktu tertentu.

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara keselamatan publik, pembinaan olahraga, serta pengembangan potensi generasi muda di bidang otomotif. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow