Sumur Warga Kota Banjar Diduga Tercemar Limbah SPPG, Sampel Air Diuji di Laboratorium

Pengurus RT bersama pihak dapur dan Babinsa telah melakukan peninjauan lapangan dan pengambilan sampel air untuk memastikan penyebab pasti pencemaran.

Mei 21, 2026 - 19:01
Sumur Warga Kota Banjar Diduga Tercemar Limbah SPPG, Sampel Air Diuji di Laboratorium

BANJAR - Sejumlah warga di RT 02 RW 03 Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar Kota Banjar mengeluhkan kondisi air sumur mereka yang mendadak berubah menjadi keruh dan berbau.

Muncul dugaan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh adanya rembesan air limbah yang berasal dari salah satu dapur Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) yang berada di dekat pemukiman warga.

​Menanggapi keluhan tersebut, pihak pengurus RT setempat bersama pihak dapur dan Babinsa telah melakukan peninjauan lapangan dan pengambilan sampel air untuk memastikan penyebab pasti pencemaran.

Keluhan Warga: Air Keruh Sejak September 2025

​Ketua RT 02 RW 03 Lingkungan Banjar, Kelurahan Banjar, Amur, membenarkan adanya aduan dari warga terkait dugaan rembesan limbah tersebut.

Menurutnya, sejauh ini ada dua tempat yang terdampak langsung karena posisinya yang bersebelahan dengan dapur SPPG, beberapa di antaranya adalah pelaku usaha kuliner.

​"Warga mengeluhkan air sumurnya jadi keruh dan bau. Kalau berdasarkan laporan dari pemilik sumur, kondisi ini sebenarnya sudah dirasakan sejak September 2025 lalu," ujar Amur saat dikonfirmasi, Kamis (21/5/2026).

Amur menambahkan, pihak babinsa mendampingi dapur setempat sudah membawa sampel air dari rumah warga untuk diperiksa.

​"Tadi sudah dilakukan pengambilan sampel air. Sekarang kami tinggal menunggu bagaimana hasil pemeriksaan laboratoriumnya saja," imbuhnya.

Mitra SPPG Pastikan IPAL Sesuai Prosedur

​Di sisi lain, pihak Mitra SPPG Banjar 2 yang diwakili oleh Ghifary, menegaskan bahwa operasional dapur komersial tersebut telah dijalankan sesuai prosedur standar yang berlaku. 

Pihaknya juga langsung bergerak cepat melakukan investigasi internal begitu menerima keluhan warga.

Berdasarkan pemeriksaan tim pemeliharaan internal, Ghifary menyatakan tidak ditemukan adanya kebocoran atau rembesan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik mereka.

​"Pengolahan Limbah Dapur SPPG dengan ​sistem terbuka dimana IPAL dibangun di atas permukaan tanah (tidak ditanam/dikubur)," Beber Ghifary.

"Itu juga dengan menggunakan proses Filtrasi atau sistem penyaringan berlapis yang melalui 3 tahapan filterisasi. Air yang telah difilter dialirkan menuju saluran pembuangan kota," lanjutnya.

Ghifary juga memaparkan indikator kuat bahwa IPAL mereka berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah kondisi sumur pantau milik dapur yang posisinya paling dekat dengan instalasi pengolahan.

​"Sumur milik kami yang jaraknya paling dekat sekali dengan IPAL justru kondisinya bersih dan sama sekali tidak tercemar," jelas Ghifary.

"Jadi, dugaan pencemaran ini masih harus diteliti lagi. Bisa jadi faktornya bukan dari dapur kami, melainkan ada kebocoran saluran lain di sekitar wilayah tersebut," imbuhnya.

​Puskesmas Turun Tangan

​Untuk menjaga transparansi dan menemukan kepastian, pihak Puskesmas Banjar 3 disebutkan Ghifary dijadwalkan akan turun langsung ke lokasi esok hari. 

"Jika sebelumnya pengambilan sampel baru dilakukan secara mandiri di rumah warga, besok petugas berwenang akan mengambil sampel langsung dari titik IPAL dapur SPPG," terangnya.

​Pihak mitra menyambut baik rencana pengecekan langsung oleh para ahli ini agar didapatkan hasil yang akurat dan objektif.

Pihak RT maupun mitra mengimbau warga untuk tetap tenang dan menunggu hasil resmi uji laboratorium keluar. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow