Studi Lapang Terintegrasi, Polbangtan Malang Bekali Mahasiswa Pengalaman Analisis Nyata di Yogyakarta

Sebanyak 149 mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang mengikuti pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan studi lapang terintegrasi.

April 28, 2026 - 11:00
Studi Lapang Terintegrasi, Polbangtan Malang Bekali Mahasiswa Pengalaman Analisis Nyata di Yogyakarta

MALANG - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan studi lapang terintegrasi. Sebanyak 149 mahasiswa Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan melaksanakan kegiatan tersebut pada 21–22 April 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi analitis, keterampilan lapangan, serta pemahaman kontekstual terhadap dinamika sektor pertanian.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penerapan metode pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori akademik dengan kondisi riil di lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual di ruang kelas, tetapi juga melakukan pengamatan langsung terhadap sistem agroekosistem, kelembagaan petani, serta pola pengelolaan usaha pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian studi lapang dilaksanakan di sejumlah lokasi strategis, yaitu Agro Edukasi Caping Merapi, Jogja Agro Park, dan Polbangtan YOMA. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena merepresentasikan model pengembangan pertanian terpadu, eduwisata berbasis agro, serta praktik pemberdayaan masyarakat yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian saat ini.

Polbangtan Malang

Di kawasan Agro Edukasi Caping Merapi yang berada di lereng Gunung Merapi, mahasiswa memperoleh pemaparan langsung dari pengelola, Panggih Dwi Atmojo dan Mashudi, terkait tata kelola kawasan, model bisnis wisata edukasi berbasis agro, hingga dinamika kelembagaan serta tantangan yang dihadapi dalam pengembangannya. Interaksi ini memberikan ruang pembelajaran yang komprehensif sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa terhadap praktik nyata di lapangan.

Pelaksanaan studi lapang dirancang tidak sekadar sebagai kunjungan, melainkan sebagai proses akademik yang sistematis dan terstruktur. Mahasiswa melakukan observasi lapangan, wawancara mendalam dengan pengelola dan masyarakat, serta pengumpulan data sebagai bahan analisis. Fokus kajian mencakup penerapan sistem pertanian terpadu, optimalisasi sumber daya lokal, serta strategi pemberdayaan masyarakat berbasis agro.

Pihak pengelola Caping Merapi menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam memahami realitas di lapangan.

“Mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana sistem berjalan di lapangan, termasuk memahami tantangan riil dalam pengelolaan usaha dan kelembagaan,” ujar pengelola dalam sesi diskusi.

Dosen Polbangtan Malang, Budi Sawitri menegaskan bahwa studi lapang terintegrasi menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa secara menyeluruh.

“Studi lapang terintegrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi wujud komitmen kami menghadirkan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Melalui kunjungan ini mahasiswa memperoleh pengalaman nyata untuk mengasah kemampuan analisis, berpikir kritis, serta merumuskan solusi bagi pengembangan pertanian," ujarnya.

"Kami berharap kegiatan ini melahirkan SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian ke depan,” lanjutnya.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan dan pembekalan materi, pelaksanaan studi lapang, hingga pengolahan data dan penyusunan laporan. Hasil kegiatan ini akan dituangkan dalam laporan analisis komprehensif sebagai bagian dari output akademik mahasiswa.

Lebih dari sekadar kegiatan pembelajaran, studi lapang ini juga menjadi sarana penguatan soft skills mahasiswa, khususnya dalam berpikir kritis, komunikasi, serta kemampuan analisis berbasis data. Mahasiswa didorong tidak hanya mampu mengidentifikasi potensi wilayah, tetapi juga menganalisis permasalahan dan merumuskan alternatif solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow