Stabilitas Ekonomi Terjaga, Perubahan Iklim di Banyuwangi Tidak Berpengaruh Terhadap Pertanian 

Perubahan iklim yang terjadi diberbagai belahan dunia telah menjadi tantangan serius, salah satunya yaitu Indonesia. ...

Juli 14, 2023 - 18:10
Stabilitas Ekonomi Terjaga, Perubahan Iklim di Banyuwangi Tidak Berpengaruh Terhadap Pertanian 

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Perubahan iklim yang terjadi diberbagai belahan dunia telah menjadi tantangan serius, salah satunya yaitu Indonesia. Kehadiran fenomena El Nino di Ibu Pertiwi diprediksikan akan membawa dampak musim kemarau yang lebih panjang sehingga menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah. Tentu hal ini akan berakibat pula pada sektor pertanian dan dapat menyebabkan stabilitas ekonomi terganggu.

Namun, kabar baik datang dari kabupaten yang terletak di paling ujung timur Pulau Jawa. Meski sedang dilanda perubahan iklim, dampak terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Banyuwangi tidak begitu signifikan.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa Bumi Blambangan mampu menjaga perekonomian yang kuat dan ketahanan pangan dengan baik.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Abdul Halim mengatakan, dengan adanya perubahan iklim, status ketahanan pangan di Bumi Blambangan masih tergolong relatif aman alias ketersediaan bahan pokok seperti beras, jagung, umbi-umbian dan kacang-kacangan itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan.

“Tidak begitu berpengaruh adanya perubahan iklim di Banyuwangi dengan status ketahanan pangan,” katanya, Jumat, (14/7/2023).

Bahkan, pria yang kerap disapa Halim menyebut produksi beras di Banyuwangi selalu surplus atau meningkat setiap tahunnya.

“Kita bisa menghasilkan 200.000 ton beras per tahunnya,” cetusnya.

Dia menjelaskan, Banyuwangi sangat diuntungkan dengan kondisi dan letak geografisnya. Pasalnya, saat musim kemarau panjang di Bumi Blambangan masih tetap ada hujan. Jadi tidak ada istilah tanahnya sampai kering atau tandus.

Selain itu, salah satu faktor yang mempengaruhi ketahan pangan di Banyuwangi tetap terjaga adalah keberagaman tanaman pertanian di masing-masing wilayahnya. Misal untuk komoditas tanaman padi berada di wilayah Kecamatan Rogojampi, Songgon, Kabat, Singojuruh, Sempu, Licin dan Glagah. Sedangkan untuk komoditas tanaman jagung berada di wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kalipuro, Sempu, Srono, Pesanggaran dan lainnya. 

“Jadi masing-masing wilayah per kecamatan di Banyuwangi itu terdapat tanaman unggulannya masing-masing. Itu yang membuat status Ketahanan Pangan kita terjaga,” jelasnya.

Perlu diketahui, Banyuwangi merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lumbung padi nasional. Karena itu, melalui program yang bertajuk ‘Jagoan Tani’,  Pemkab setempat melakukan penjaringan kepada anak-anak muda yang memiliki inovasi dan kreativitas di bidang pertanian. Tujuannya selain untuk menggugah semangat pemuda di dunia pertanian, perkebunan dan perikanan, melainkan juga sebagai langkah memajukan pertanian di Banyuwangi agar lebih baik lagi.

“Jagoan Tani sebagai upaya pemerintah untuk memajukan, meregenerasikan serta memodernisasi dunia pertanian, peternakan dan perkebunan. Dengan harapan ketahan pangan di Banyuwangi tetap terkendali,” kata Halim yang juga sebagai Ketua Pelaksana Jagoan Tani 2023. (*)

Pewarta : Fazar Dimas (MG-418)

Editor :

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow