Sinergi Mahasiswa KSM-T UNISMA Dalam Perangi Bullying dan Narkoba di MTs Al Ma’arif Desa Bocek
Kasus perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja kini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa yang memerlukan perhatian khusus.
MALANG Kasus perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja kini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa yang memerlukan perhatian khusus. Menanggapi fenomena tersebut, Mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi Tematik (KSM-T) Universitas Islam Malang (UNISMA) dari Kelompok 15 berkolaborasi dengan Kelompok 14 menggelar aksi nyata melalui sosialisasi edukatif di MTs Al Ma’arif Desa Bocek Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 14 Februari 2026 ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX di aula sekolah. Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ita Athia, S.Sos., M.M., para mahasiswa berupaya membentengi mentalitas siswa melalui pemahaman komprehensif sebagai langkah preventif sejak dini.
Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa memaparkan bahwa bullying bukan sekadar candaan biasa, melainkan tindakan yang memiliki dampak psikologis serius seperti trauma, kehilangan rasa percaya diri, hingga depresi bagi korban. Materi mencakup berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik dan verbal hingga bahaya perundungan siber (cyberbullying) di media sosial yang sering kali tidak disadari oleh pelakunya.
Selain masalah perundungan, para siswa dibekali pengetahuan mengenai bahaya narkoba, mulai dari jenis-jenis yang sering beredar hingga dampak buruknya bagi kesehatan fisik dan mental. Secara argumentatif, dipaparkan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh, gangguan saraf, ketergantungan, hingga konsekuensi hukum yang berat dan rusaknya hubungan keluarga.
Keunggulan dari kegiatan ini terletak pada sinergi yang apik antara dua kelompok KSM-T, dimana Kelompok 15 berfokus pada kedalaman materi edukasi bahaya narkoba, sementara Kelompok 14 memberikan penekanan khusus pada edukasi perundungan dan dampak psikologisnya. Sinergi ini menjadikan suasana sosialisasi di dalam aula jauh lebih hidup, komunikatif, dan sistematis. Proses penyampaian materi berlangsung secara dinamis melalui berbagai pendekatan interaktif yang dirancang untuk menarik perhatian para siswa. Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, seluruh peserta diajak untuk menyaksikan pemutaran video edukatif yang menggugah empati, disusul dengan pemaparan materi melalui presentasi yang terstruktur. Para mahasiswa juga menyajikan berbagai studi kasus nyata yang memicu daya kritis siswa agar mereka mampu mengidentifikasi perilaku menyimpang di lingkungan sekitar secara lebih peka.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab, di mana perwakilan siswa dari berbagai jenjang kelas aktif bertanya seputar batasan candaan agar tidak menjadi bullying maupun risiko narkoba. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi aktif tersebut, panitia memberikan penghargaan berupa hadiah kepada para siswa yang berani bersuara. Pendekatan persuasif ini diterapkan agar pesan moral yang dibawa dapat meresap dan diterima dengan baik oleh seluruh peserta.
Kepala MTs Al Ma’arif, Drs. H. Mukhlas, memberikan apresiasi mendalam atas inisiatif para mahasiswa di sekolahnya. "Kami sangat mengapresiasi materi yang telah disampaikan karena sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini. Kegiatan seperti ini sangat membantu sekolah dalam membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, peduli, dan bertanggung jawab," tuturnya dengan penuh syukur. Kesan positif juga datang dari salah satu siswi kelas IX, Aisyah Rahma, yang merasa mendapatkan sudut pandang baru setelah mengikuti rangkaian acara. "Aku baru sadar ternyata bercanda yang kelewatan itu bisa termasuk bullying. Sekarang aku jadi lebih hati-hati kalau ngomong," ungkapnya dengan semangat.
Ia juga menambahkan bahwa pemahaman ini sangat penting untuk menjaga cita-citanya dari bahaya narkoba. Melalui kegiatan ini, KSM-T UNISMA berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, sekaligus menginspirasi siswa untuk menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter dengan berani menolak segala bentuk perundungan serta narkoba. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT MENGUNJUNGI https://unisma.ac.id/
*) Pewarta: Nikita Syarifudin, Mahasiswa KSM-T Kelompok 15 Unviersitas Islam Malang (UNISMA)
Apa Reaksi Anda?