Sinergi Kohati Banyuwangi dan Dinsos PPKB Ciptakan Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

Sebagai upaya dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Banyuwangi memperkuat sinergi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Di

Mei 20, 2026 - 16:00
Sinergi Kohati Banyuwangi dan Dinsos PPKB Ciptakan Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak

BANYUWANGI - Sebagai upaya dalam menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak. Korps HMI Wati (Kohati) Cabang Banyuwangi memperkuat sinergi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB).

Sinergi tersebut diwujudkan melalui agenda audiensi dan diskusi bersama di Kantor Dinsos PPKB Banyuwangi, pada Selasa (19/5/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Kohati Cabang Banyuwangi, ini dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk membangun langkah nyata bersama, demi menciptakan lingkungan yang aman, adil, serta ramah bagi perempuan dan anak.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan mampu untuk memperkuat sistem perlindungan, sekaligus menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Bumi Blambangan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum Kohati Cabang Banyuwangi, Nova Rosyta menegaskan bahwa, kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi persoalan serius. Menurutnya, isu ini memerlukan perhatian bersama dan penanganan terpadu, baik di tingkat pusat maupun daerah, khususnya di Banyuwangi.

Selain itu, masih kata Nova, minimnya literasi masyarakat dan penggunaan teknologi yang kurang bijak membuat pola kekerasan seksual kini semakin kompleks. Kondisi inilah yang menuntut adanya langkah pencegahan dan penanganan yang lebih adaptif, masif, serta kolaboratif lintas sektor.

“Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan persoalan sederhana. Dibutuhkan ruang gerakan bersama untuk memperkuat advokasi, edukasi publik, dan membangun kesadaran masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman,” jelasnya.

Sebagai organisasi perempuan di bawah naungan HMI, Kohati Banyuwangi menegaskan komitmennya untuk terus hadir mengawal isu perempuan dan anak melalui berbagai gerakan sosial, edukasi, hingga penguatan advokasi di tengah masyarakat.

“Kohati siap menjadi bagian dalam upaya pencegahan dan menciptakan ruang aman bersama. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, kita juga harus terus menggaungkan penggunaan media sosial secara bijak. Stop segala bentuk kekerasan, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegas Nova.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Sosial PPKB Banyuwangi, Setyo Puguh Widodo menegaskan bahwa, kasus kekerasan, terutama terhadap anak, menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, termasuk turun langsung ke desa-desa untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

Puguh juga menyampaikan, perkembangan teknologi membawa pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat. Dalam satu genggaman, seseorang dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten yang berdampak negatif apabila tidak disaring dengan baik.

Banyak faktor yang menjadi akar pemicu kekerasan seksual, mulai dari pergaulan bebas, normalisasi pernikahan usia dini, hingga persoalan ekonomi yang saling berkaitan.

“Salah satu hal penting yang dapat kita kendalikan adalah diri sendiri, bagaimana kita memilih dan memilah penggunaan teknologi, meningkatkan literasi, dan tidak mudah terpengaruh lingkungan yang tidak sehat,” ungkap Puguh.

Pihak Dinsos PPKB Banyuwangi juga mendorong pemanfaatan media digital seperti TikTok dan Instagram Reels sebagai sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda. Konten-konten singkat namun edukatif dinilai lebih mudah diterima masyarakat saat ini.

Selain edukasi kepada anak dan remaja, peran orang tua juga dinilai sangat penting. Edukasi dapat dilakukan melalui kegiatan masyarakat seperti PKK dan posyandu. Dalam hal ini, keberadaan anak muda seperti Kohati dianggap strategis untuk merangkul teman sebaya agar ikut berperan aktif dalam mencegah tren kekerasan yang terjadi saat ini.

“Kami berharap Kohati dapat terus konsisten membuat konten-konten yang menarik dan edukatif agar pesan pencegahan kekerasan bisa tersampaikan secara luas kepada masyarakat,” terang Puguh.

Melalui sinergi antara Kohati Cabang Banyuwangi dan Dinsos PPKB, diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif masyarakat dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak demi terciptanya Banyuwangi yang lebih aman dan ramah bagi semua. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow