Serah Terima Pengelola, Yayasan PTK Adisutjipto Widya Karya Malang Mentransformasi UKWK Malang
Serah Terima pengelola lama kepada pengelola baru Yayasan PTK Adisucipto Widya Karya Malang dengan visi baru untuk membawa perubahan yang lebih maju
MALANG - Serah Terima pengelola lama kepada pengelola baru Yayasan PTK Adisucipto Widya Karya Malang dengan visi baru untuk membawa perubahan yang lebih maju dan mendunia, Rabu (17/6/2026 ) di Aula Santo Thomas Aquinas, Kampus Universitas Katolik Widya Karya arau UKWK Malang, Jalan Bondowoso No 2, Kota Malang.
Acara serah terima diawali dengan Misa yang dipimpin langsung Mgr. Prof. Dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm., selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan yang lama dengan didampingi Rm. Eko Putranto, O.Carm dan Rm. Romanus Sukamto, CDD.
Uskup menyampaikan harapannya supaya dengan pengurus baru Yayasan PTK Adisucipto, Widya Karya Malang bisa dilanjutkan bahkan bisa lebih dikembangkan dengan sumber daya yang lebih tersedia.
"Widya Karya diharapkan ke depan mampu mengantarkan para mahasiswa lulusannya bisa lebih siap menghadapi tuntutan zaman yang berkembang sangat cepat, " ungkapnya.
Dalam sambutannya, Uskup juga mengatakan bahwa proses menemukan pengelola baru ini memakan waktu yang cukup lama.
Perubahan ini juga menjadi harapan para dosen dan tekdik, demi Widya Karya yang lebih baik, yang akhirnya dipertemukan dengan tokoh Katolik yang bersedia menjadi pengelola baru untuk kemajuan Widya Karya.
Menurutnya, keuskupan memiliki keterbatasan sumber daya, maka perlu orang- orang yang mampu mengelolanya secara profesional sehingga mampu mengatasi dan menghadapi segala tantangan yang sangat komplek dalam menjalani perguruan tinggi di masa kini.
Selaku pengurus lama, Uskup juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat selama ini, para pendahulu, para donatur, baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup, dan kepada pengurus yayasan lama yang secara resmi dan legal telah berakhir pada 2 Juni 2026 lalu.
"Kegiatan serah terima hari ini hanyalah simbolik, sehingga kalau ada tanda tangan dan sebagainya pengelola baru sudah berhak menandatangani," lanjutnya.
Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang resmi memulai langkah transformasi strategis dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi di era disrupsi teknologi.
Melalui kepemimpinan Ketua Pembina Yayasan yang baru, Budi Santoso Djaja, S.H., M.M., yang dalam kesempatan yang sama menyampaikan institusi ini berkomitmen mengubah paradigma pendidikan agar mampu mencetak lulusan yang tangguh di tengah ketidakpastian global.
Dalam pidato arahannya, Budi Santoso Djaja menegaskan upaya mentransformasi UKWK menjadi institusi pendidikan tinggi Katolik yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Target tersebut akan dicapai melalui penerapan tata kelola yang transparan serta kolaboratif.
Guna mewujudkan visi tersebut, pihak yayasan meluncurkan strategi transformasi yang bertumpu pada 3 Pilar Utama.
Pertama Revitalisasi Tata Kelola dengan memulihkan sekaligus membangun manajemen internal kampus yang lebih transparan dan adaptif terhadap perkembangan modern.
Kedua Penerapan Iman Katolik yang Nyata dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual ke dalam pembentukan karakter, moral, dan integritas mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.
Dan ketiga yaitu Masa Depan yang berkelanjutan dengan memastikan ekosistem akademik kampus agar mampu bertahan dan relevan terhadap dinamika perubahan zaman dan pergeseran kebutuhan industri global.
Langkah UKWK dalam mengubah paradigma pendidikan ini dinilai sejalan dengan pergeseran besar yang sedang terjadi di dunia kerja internasional.
Saat ini, dunia industri tidak lagi sekadar mengukur kompetensi seseorang berdasarkan lembar ijazah atau hafalan teori semata.Tren radikal ini telah diadopsi oleh berbagai korporasi raksasa dunia.
Tidak hanya Microsoft, perusahaan global terkemuka seperti Google, Apple, dan IBM kini secara resmi menghapus syarat gelar sarjana untuk banyak posisi strategis.
Perusahaan-perusahaan tersebut telah mengubah paradigma rekrutmen mereka dengan lebih berfokus pada kemampuan nyata (skill), kecerdasan emosional, serta pola pikir kritis kandidat dalam memecahkan masalah yang kompleks. Kesiapan karakter dan kompetensi.
UKWK Malang memposisikan diri sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi Katolik yang siap memfasilitasi generasi muda untuk berkembang, memiliki pola pikir global, serta adaptif terhadap gelombang inovasi teknologi yang terus berubah. (*)
Apa Reaksi Anda?