Sentuhan Infrastruktur Berdampak Nyata: Menko AHY Sulap Pesisir Gresik Jadi Asri
Keluarga nelayan Campurejo Gresik akhirnya menempati hunian layak bebas banjir dan kumuh. Menko AHY menyerahkan kunci rumah sebagai bagian kunjungan kerja di Jatim.
GRESIK - Wajah haru tidak dapat disembunyikan oleh para keluarga nelayan di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Sabtu (1/8/2026). Impian mereka untuk memiliki hunian yang bersih, aman, dan tak lagi kebanjiran akhirnya terwujud.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), hadir langsung menyerahkan kunci hunian layak tersebut. Kehadiran Menko AHY di Desa Campurejo ini menjadi titik pembuka dari rangkaian Kunjungan Kerja (Kunker) resminya di Jawa Timur selama dua hari, 1–2 Agustus 2026.
"Hari ini spesial karena kita ingin memastikan bahwa masyarakat dan keluarga Indonesia kualitas hidupnya lebih baik dari waktu ke waktu, termasuk yang ada di Desa Campurejo ini," kata Menko AHY saat menyapa hangat warga di lokasi.
Lepas dari Masalah Sanitasi dan Rumah Kontrakan
Bagi warga pesisir Campurejo yang mayoritas menggantungkan hidup dari melaut dan membuka warung kecil, perubahan fisik lingkungan pemukiman mereka terasa sangat personal. Jika dulu kawasan tempat tinggal mereka dikenal kumuh dan membuat warga enggan beraktivitas di luar, kini area pemukiman seluas 7,11 hektare tersebut tampil jauh lebih manusiawi.
Sebanyak 166 keluarga kini menempati rumah yang sehat. Kawasan ini dilengkapi dengan fasilitas pemukiman modern seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik, aliran air bersih kran rumah tangga, serta Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Salah seorang ibu rumah tangga penerima manfaat tidak sanggup menahan keharuannya saat berdialog langsung dengan Menko AHY. Ia menuturkan bagaimana bantuan ini membebaskan keluarganya dari beban menyewa tempat tinggal yang berpindah-pindah.
"Dulu kalau lingkungan kumuh, keluar rumah saja malas. Sekarang lingkungannya aman, kondusif, dan rukun. Ini jadi tempat berteduh yang aman untuk anak-anak, tidak perlu pusing ngontrak ke sana-sini lagi. Kami sangat bersyukur," tuturnya.
Apalagi, skema pembiayaan hunian ini dirancang ramah bagi kantong masyarakat pesisir melalui pilihan cicilan yang bisa diangsur fleksibel hingga 8-10 tahun.
"Saya dengar lebih banyak yang berprofesi sebagai nelayan, dan sebagian ibu-ibunya berjualan warung kecil. Ini sungguh mengharukan. Semoga dengan hunian dan lingkungan baru ini, para nelayan diberikan kelancaran dalam mencari nafkah," ucap AHY mendoakan.
Pembangunan Berdampak dan Rangkaian Kunker Jatim
Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Kemenko Infrastruktur, Herzaky Mahendra Putra, menjelaskan bahwa penataan pemukiman di Gresik ini memanifestasikan arah kebijakan Menko AHY yang menekankan bahwa hasil pembangunan fisik harus langsung dirasakan faedahnya oleh masyarakat bawah.
"Pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, serta menjaga nilai-nilai sosial," ujar Herzaky.
Agenda Menko AHY di Jawa Timur sendiri berlangsung padat. Didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan Ronny Ariuly Hutahayan serta jajaran Staf Khusus seperti Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Irjen Pol. Arief Rachman, dan Herzaky Mahendra Putra, Menko AHY dijadwalkan melanjutkan kunker ke kota lain.
Pada Minggu (2/8/2026), Menko AHY bakal menghadiri ajang olahraga Surabaya Marathon di Kota Surabaya, dilanjutkan dengan agenda silaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Cholil di Bangkalan, Madura, guna mempererat komunikasi bersama tokoh agama dan ulama Jawa Timur. (*)
Apa Reaksi Anda?