Sentuhan Digital Mahasiswa Polije, Ubah Pola Manual BUMDes Jember Jadi Sistem Transparan Berbasis Aplikasi

Tata kelola dana desa yang transparan dan akuntabel kini bukan lagi sekadar target di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang mulai tumbuh dari desa-desa di Jember.

Juli 3, 2026 - 13:00
Sentuhan Digital Mahasiswa Polije, Ubah Pola Manual BUMDes Jember Jadi Sistem Transparan Berbasis Aplikasi

JEMBER - Tata kelola dana desa yang transparan dan akuntabel kini bukan lagi sekadar target di atas kertas, melainkan sebuah realitas yang mulai tumbuh dari desa-desa di Jember.

Langkah maju ini dimotori oleh aksi nyata para mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (AKP), Jurusan Bisnis, Politeknik Negeri Jember (Polije).

Melalui program pendampingan intensif, mereka berhasil melakukan digitalisasi sistem keuangan pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), merombak pola pembukuan tradisional menjadi sistem administrasi yang modern dan sistematis.

​Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan besar yang sering dihadapi oleh kelembagaan desa, yaitu rumitnya penyusunan laporan keuangan yang sesuai standar profesi.

Alih-alih hanya memberikan instruksi dari jauh, para mahasiswa Polije terjun langsung ke balai-balai desa, memetakan kendala spesifik dari tiap unit usaha, dan merancang solusi digital yang aplikatif bagi para pengurus BUMDes.

​Bagi para mahasiswa, program ini menjadi pembuktian bahwa ilmu akuntansi tidak melulu soal angka di atas layar komputer laboratorium kampus.

Najwa Alifa Hamdah, salah satu mahasiswa AKP Polije yang terlibat dalam program ini, menceritakan bagaimana pengalaman di lapangan telah membuka matanya tentang esensi dari akuntansi sektor publik.

​"Kami hadir bukan untuk mendikte, melainkan mendampingi pengurus BUMDes dalam mengadopsi aplikasi pencatatan keuangan," urai Najwa dengan antusias, Jumat (3/7/2026).

"Dengan sistem digital, proses administrasi yang tadinya memakan waktu kini jauh lebih pangkas, dan laporan keuangan bisa tersusun secara otomatis dengan baik. Di sini kami sadar, ilmu yang kami pelajari di kelas memiliki dampak instan dalam membantu masyarakat," sambungnya.

​Manfaat dari transformasi digital ini dirasakan langsung oleh roda penggerak ekonomi desa.

Ishak Setiawan, Direktur BUMDes Ajong Rejo, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa Polije membawa perubahan signifikan pada tata ruang administrasi lembaga yang dipimpinnya.

umg
-

"Jujur saja, sebelum ada pendampingan ini, pencatatan keuangan kami masih sepenuhnya manual. Rentan selisih dan melelahkan saat dievaluasi," ungkap Ishak.

"Setelah didampingi adik-adik mahasiswa, laporan keuangan kami berubah total menjadi lebih rapi, sistematis, dan yang terpenting: sangat mudah dipertanggungjawabkan," lanjutnya.

​Menurut Ishak, akurasi laporan keuangan yang dihasilkan oleh sistem baru ini memegang peranan krusial.

Selain memudahkan pengelolaan internal untuk mengembangkan berbagai unit usaha baru, transparansi ini menjadi modal utama dalam membangun kepercayaan (trust) masyarakat desa terhadap kredibilitas pengelolaan dana desa.

​Keberhasilan program ini tidak lepas dari cetak biru pendidikan di Polije yang menekankan pada aspek praktis dan solutif.

Ketua Jurusan Bisnis Polije, Dessy Putri Andini, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif mahasiswa di tengah masyarakat merupakan representasi utuh dari esensi pendidikan vokasi.

​"Mahasiswa kami didorong untuk tidak sekadar menjadi menara gading yang menguasai teori, tetapi harus mampu menjadi problem solver atas persoalan nyata di masyarakat," tegas Dessy.

"Pendampingan BUMDes ini adalah ruang belajar laboratorium hidup bagi mahasiswa sekaligus bentuk kontribusi konkret Polije dalam memperkuat fondasi keuangan desa," sambungnya.

​Lebih lanjut, Dessy menambahkan bahwa BUMDes yang sehat dan berkelanjutan wajib berdiri di atas pilar transparansi dan akuntabilitas.

"Sinergi strategis antara perguruan tinggi seperti Polije dengan jajaran pemerintah desa harus terus dipelihara dan diperluas guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari pinggiran," imbuhnya.

​Melalui program jangka panjang ini, Polije kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga peka sosial dan mampu menghadirkan inovasi teknologi yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow