Selasa Wagen Malioboro 2026, Ribuan Wisatawan Nikmati Seni dan Suasana Bebas Kendaraan
Selasa Wagen di Malioboro Yogyakarta dipadati ribuan warga dan wisatawan. Jalan bebas kendaraan, penuh pertunjukan seni tradisional-modern dan bazar UMKM, jadi ruang hiburan dan pelestarian budaya.
YOGYAKARTA - Kawasan ikonik Malioboro kembali dipenuhi lautan masyarakat saat gelaran Selasa Wagen. Acara budaya rutin yang digelar mulai pukul 18.00 WIB tersebut sukses menghadirkan suasana hangat, penuh hiburan, sekaligus menjadi ruang kebersamaan bagi warga dan wisatawan di jantung Kota Yogyakarta.
Sejak Selasa (12/5/2026) sore hingga tengah malam, ribuan pengunjung mulai memadati pedestrian Malioboro yang dibuat bebas kendaraan bermotor. Kondisi itu menciptakan suasana yang lebih nyaman, tenang, dan ramah bagi pejalan kaki yang ingin menikmati berbagai pertunjukan seni sambil menyusuri kawasan wisata legendaris tersebut.
Tidak hanya menjadi ajang hiburan, Selasa Wagen juga menjadi ruang ekspresi budaya bagi berbagai kalurahan budaya dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Beragam penampilan seni tradisional hingga modern tampil silih berganti di sejumlah titik pertunjukan sepanjang Malioboro.
Tarian Tradisional hingga Seni Kontemporer Pikat Wisatawan
Pengunjung dibuat terpukau dengan sajian tari klasik khas Yogyakarta, alunan musik gamelan, pertunjukan teater rakyat, hingga seni kontemporer yang tetap mengangkat nilai budaya lokal. Atmosfer budaya terasa semakin kuat dengan hadirnya para seniman lokal yang tampil mengenakan busana tradisional.
Selain pertunjukan seni, acara ini juga diramaikan bazar UMKM yang menjajakan berbagai produk kerajinan tangan, kuliner khas Yogyakarta, hingga aneka suvenir kreatif. Kehadiran pelaku UMKM menjadi daya tarik tersendiri sekaligus membuka peluang perputaran ekonomi masyarakat lokal.
Salah satu pengunjung, Rizky Ramadhan, mengaku menikmati suasana Malioboro yang lebih tertata dan nyaman saat acara berlangsung.
“Suasananya enak banget, Malioboro jadi tenang karena tidak ada kendaraan bermotor. Jadi bisa santai jalan kaki sambil lihat pertunjukan seni. Senang sekali Jogja masih mempertahankan budayanya lewat acara seperti ini,” ujar Rizki saat ditemui di lokasi.
Jadi Wadah Pelestarian Budaya dan Kebersamaan
Koordinator Pelaksana Acara, Bambang Irawan, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan berjalan lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat maupun peserta seni budaya.
“Alhamdulillah, pelaksanaan hari ini berjalan sangat lancar dan tertib. Para peserta dari berbagai kalurahan juga sangat siap dan antusias menampilkan karya terbaik mereka. Kami berharap Selasa Wagen ini bisa terus menjadi wadah untuk melestarikan budaya dan mempererat kebersamaan,” kata Bambang.
Menurutnya, partisipasi masyarakat yang terus meningkat menunjukkan bahwa kegiatan budaya seperti Selasa Wagen masih memiliki tempat istimewa di hati warga dan wisatawan.
Selasa Wagen kini tidak hanya dikenal sebagai agenda budaya rutin, tetapi juga menjadi salah satu magnet wisata malam di Yogyakarta. Konsep jalan bebas kendaraan yang dipadukan dengan pertunjukan seni terbuka dinilai berhasil menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung Malioboro.
Banyak wisatawan memanfaatkan momen ini untuk menikmati suasana khas Jogja yang kental dengan nuansa budaya dan keramahan masyarakatnya. Tidak sedikit pula pengunjung yang mengabadikan momen pertunjukan seni untuk dibagikan di media sosial.
Dengan penataan kawasan yang semakin baik dan dukungan masyarakat yang terus mengalir, Selasa Wagen diharapkan mampu terus berkembang sebagai simbol pelestarian budaya sekaligus ruang hiburan rakyat yang membanggakan bagi Yogyakarta. (*)
Pewarta: Yahya Haqul Mubin
Apa Reaksi Anda?