30 Tahun Tinggal di Rumah Berlantai Tanah, Sarni Menanti Hunian yang Lebih Layak
Selama lebih dari 30 tahun, Sarni (90) tinggal di rumah berlantai tanah di Blora. Di tengah keterbatasan listrik dan fasilitas dasar, keluarganya tetap bertahan dengan penuh rasa syukur.
BLORA - BLORA - Di sebuah rumah sederhana di Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Sarni (90) menghabiskan hari-harinya di usia senja.
Selama lebih dari 30 tahun, perempuan lanjut usia itu tinggal di rumah berukuran sekitar 8 x 5 meter yang hingga kini masih berlantai tanah.
Rumah seluas kurang lebih 40 meter persegi tersebut menjadi saksi perjalanan hidup Sarni bersama keluarganya. Di tengah berbagai keterbatasan, ia tetap menjalani hari-harinya dengan penuh kesabaran.
Sarni memiliki dua anak, yakni Karmini (69) dan Sukarjo (66). Putranya, Sukarjo, sehari-hari bekerja sebagai pedagang es keliling di wilayah Kabupaten Blora untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
"Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini. Sampai sekarang kami masih menggunakan aliran listrik dari rumah tetangga karena belum memiliki sambungan sendiri," kata Sukarjo di Blora, Jumat (26/6/2026).
Kondisi rumah yang ditempati keluarga Sarni masih sangat sederhana. Selain lantainya masih berupa tanah, sejumlah fasilitas dasar juga belum sepenuhnya memadai.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, keluarga tersebut mengandalkan sumur pompa yang berada di sekitar rumah.
Sementara itu, untuk memasak sehari-hari mereka masih menggunakan kayu bakar karena dinilai lebih terjangkau dibandingkan bahan bakar lainnya.
Di usia yang hampir satu abad, Sarni kini lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah. Bangunan sederhana yang telah ditempatinya selama puluhan tahun itu menyimpan banyak kenangan perjalanan hidup bersama keluarga.
Meski hidup dalam kondisi serba terbatas, keluarga Sarni tetap menjalani kehidupan dengan penuh rasa syukur. Mereka berharap suatu saat dapat memiliki rumah yang lebih layak agar Sarni dapat menikmati masa tuanya dengan lebih nyaman.
Kisah Sarni menjadi potret masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan di tengah pembangunan yang terus berlangsung. Namun, di balik kesederhanaan tersebut tersimpan keteguhan hati dan semangat untuk terus bertahan.
Sementara itu, Kepala Desa Buluroto, Margono, mengatakan masih terdapat sejumlah warga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri sehingga harus menggunakan aliran listrik dari rumah tetangga.
"Sekitar 25 warga masih menggunakan aliran listrik dari rumah tetangga," ujarnya.
Terkait kebutuhan air bersih, menurut Margono, sebagian besar warga telah memanfaatkan fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), meskipun sebagian lainnya masih menggunakan sumur manual.
"Untuk kebutuhan air, ada yang menggunakan sumur manual dan ada pula yang memanfaatkan fasilitas Pamsimas," katanya.
Pemerintah desa terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program bantuan dan pembangunan infrastruktur dasar agar kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan lebih baik. (*)
Apa Reaksi Anda?