Sekali Sentil Seragam Baru Beres, Bupati Tegal Respons Cepat Aspirasi Paguyuban Kades

Aula Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Senin (6/4/2026) dipenuhi tawa dan salam hangat saat Bupati Ischak Maulana Rohman langsung menyetujui aspirasi kepala desa untuk mendapatkan seragam baru.

April 7, 2026 - 06:57
Sekali Sentil Seragam Baru Beres, Bupati Tegal Respons Cepat Aspirasi Paguyuban Kades

TEGAL Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman langsung respon cepat aspirasi Kepala Desa soal seragam baru dengan langsung akan diisiapkan tanpa harus jadi beban kepala desa atau mitra lain.

Aula Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Senin (6/4/2026) dipenuhi tawa dan salam hangat saat Bupati Ischak Maulana Rohman langsung menyetujui aspirasi kepala desa untuk mendapatkan seragam baru. 

Momen halal bihalal Paguyuban Praja tahun ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi bukti nyata perhatian pemerintah kabupaten terhadap aparatur desa.

Dan momen ini menjadi bukti kuatnya akan kebersamaan antara pihak pemerintah kabupaten dan kepala desa se-Kabupaten Tegal dalam acara Halal Bihalal Paguyuban Praja.

Acara tahunan ini menyimpan makna lebih dari sekadar bersilaturahmi. Tahun ini, momen halal bihalal dimanfaatkan sebagai wadah aspirasi, tempat berbagi harapan, dan ajang memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa. 

Kehadiran Bupati Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Ahmad Kholid, Ketua Praja H. Mu’min, Kepala Dispermades, serta para camat menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana strategis untuk menyatukan visi dan misi pembangunan desa.

Salah satu aspirasi yang mencuri perhatian datang dari Ketua Panitia, Ali Hufron. Ia menyampaikan kebutuhan seragam baru bagi seluruh kepala desa. 

“Seragam ini bukan hanya soal pakaian, tetapi simbol identitas dan kebanggaan dalam melayani masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta. 

Seragam baru ini diharapkan menjadi pengikat identitas kepala desa sekaligus meningkatkan rasa profesionalisme dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Selain itu, Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan desa. Dengan kerja sama yang baik maka program pembangunan bisa berjalan lebih akuntabel, tepat sasaran, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. 

Respons terhadap aspirasi tersebut datang cepat. Bupati Ischak Maulana Rohman, dengan gaya santai namun tegas, langsung menyetujui pemberian seragam baru. 

“Soal urusan seragam baru Kepala Desa, biar Bupati yang memberikan dan jangan menjadi beban pihak lain maupun Kepala Desa,” ujarnya, disambut tepuk tangan meriah dan sorak gembira

Keputusan ini tidak hanya meringankan beban kepala desa tapi membangkitkan semangat dan motivasi mereka untuk lebih profesional dalam melayani masyarakat.

Halal bihalal kali ini menunjukkan bahwa silaturahmi bukan sekadar tradisi. Acara ini menjadi jembatan aspirasi, membuka peluang perubahan, dan menumbuhkan harapan baru bagi pemerintahan desa. 

Kepala desa merasa didengar, diperhatikan, sementara pemerintah kabupaten Tegal mendapatkan gambaran nyata tentang kebutuhan dan harapan aparatur di lapangan.

Bagi banyak peserta, momen ini menjadi waktu refleksi dan pembaruan semangat. Percakapan hangat, tawa, dan cerita pengalaman antar kepala desa dalam hal menciptakan ikatan yang lebih erat. 

Selanjutnya, menurut Bupati Tegal acara halal bihalal para Kades ini menguatkan komitmen untuk bekerja sama membangun desa masing-masing.

Acara Halal Bihalal Paguyuban Praja Kabupaten Tegal 2026 menjadi contoh nyata bahwa tradisi bisa berfungsi sebagai medium perubahan positif. 

Ketika kepala desa mengenakan seragam baru yang telah disiapkan, mereka tidak hanya memakai pakaian, tetapi juga simbol tanggung jawab, identitas, dan dedikasi untuk melayani masyarakat dengan profesional.

Selain itu Bupati menyampaikan pesan bila Halal bihalal merupakan momen kecil yang  menyimpan harapan besar, membuktikan pemerintahan yang dekat dengan semua warganya - bukan hanya soal program atau kebijakan, tapi soal bagaimana membangun komunikasi, empati, dan rasa kebersamaan. 

Di tengah tawa dan salam hangat, terselip pesan penting perhatian terhadap aparatur desa dan penyampaian aspirasi sederhana pun bisa menjadi pendorong perubahan yang nyata bagi masa depan desa-desa di Kabupaten Tegal. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow