Bulog Kalteng Pastikan Stok Beras Aman, Bantuan Pangan Terus Disalurkan
Hingga saat ini, Bulog tengah fokus menyalurkan bantuan pangan untuk 205 ribu orang di seluruh Kalteng. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan beras dan juga Minyakita.
PALANGKARAYA Masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak perlu risau soal urusan perut. Perum Bulog Kanwil Kalteng menjamin stok beras di gudang Bulog Kalteng saat ini sangat melimpah, yakni mencapai 18 ribu ton.
Kepala Perum Bulog Kalteng, Erwin Budiana, menuturkan bahwa jumlah tersebut sangat mencukupi, bahkan jauh melampaui kebutuhan untuk penyaluran bantuan pangan yang sedang berjalan.
"Masyarakat jangan khawatir. Stok kita ada 18 ribu ton. Kalau untuk bantuan pangan itu butuhnya 4.100 ton, jadi cadangan kita masih sangat aman," ujar Erwin, Senin (6/4/2026).
Hingga saat ini, Bulog tengah fokus menyalurkan bantuan pangan untuk 205 ribu orang di seluruh Kalteng. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan beras dan juga Minyakita.
Meski sempat ada kendala teknis di awal, Erwin memastikan jadwal penyaluran diperpanjang agar semua warga yang berhak bisa menerima jatahnya.
"Target kami, akhir Mei semua bantuan sebanyak 4.100 ton beras dan 800 ribu liter Minyakita sudah tersalurkan ke tangan masyarakat," terangnya.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Bulog juga sedang sibuk 'belanja' beras dari petani lokal. Strateginya sederhana: mumpung sedang musim panen, Bulog menyerap beras sebanyak-banyaknya untuk disimpan sebagai cadangan.
"Sekarang lagi musim panen, jadi kami serap terus. Ini antisipasi kalau nanti cuaca buruk atau produksi terganggu, kita sudah punya simpanan banyak di gudang," tambah Erwin.
Hingga April ini, Bulog sudah berhasil mengumpulkan 5.100 ton beras dari target 15.800 ton di tahun 2026.
Agar bisa menampung lebih banyak beras petani, Bulog Kalteng berencana membangun gudang dan tempat pengolahan modern di tiga daerah, yaitu Kapuas, Pulang Pisau, dan Barito Timur.
Kabar terbarunya, Pemkab Barito Timur sudah dalam proses hibah lahan untuk pembangunan.
"Di Barito Timur lahannya sudah ada, tinggal urusan administrasi saja. Insya Allah tahun ini mulai dibangun. Tujuannya supaya petani punya tempat menyimpan hasil panen yang layak dan kapasitas angkut kita makin besar," tutup Erwin.
Dengan stok yang melimpah dan rencana pembangunan gudang baru ini, ketahanan pangan di Bumi Tambun Bungai dipastikan bakal semakin kokoh di tahun 2026. (*)
Apa Reaksi Anda?