Sehari Dikebut, Pemkot Malang Bongkar Total Ribuan Lapak Demi Proyek Jalan
Pemkot Malang akhirnya turun tangan penuh. Tanpa kompromi, ribuan lapak pedagang di kawasan Pasar Gadang dibongkar total hanya dalam sehari, Selasa (28/4/2026).
MALANG - Pemkot Malang akhirnya turun tangan penuh. Tanpa kompromi, ribuan lapak pedagang di kawasan Pasar Gadang dibongkar total hanya dalam sehari, Selasa (28/4/2026). Langkah cepat ini ditempuh demi memastikan relokasi 1.200 pedagang tuntas dan proyek penataan kawasan bisa berjalan tepat waktu.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, proses pemindahan pedagang sejatinya sudah rampung. Tidak ada lagi alasan untuk menunda pembongkaran.
“Semua sudah pindah. Barang dagangan sudah masuk. Hari ini tinggal pembongkaran dan harus selesai,” ujar Wahyu, Selasa (28/4/2026).
Pemkot bahkan mengerahkan alat berat untuk mempercepat proses. Targetnya jelas, yakni dalam satu hari, seluruh lapak dari sisi timur hingga barat harus rata dengan tanah.
“Besok insyaallah sudah bersih semua,” imbuhnya.
Langkah keras ini diambil meski relokasi sempat mundur tiga hari. Namun, menurut Wahyu, penundaan itu terjadi karena pedagang menggelar syukuran sebagai bagian dari tradisi. Kini, setelah relokasi rampung, pembongkaran tidak lagi bisa ditawar.
Di balik percepatan ini, ada kepentingan besar yang dikejar. Pemkot Malang tengah mempersiapkan proyek pembangunan fisik jalan yang ditargetkan mulai pada pekan keempat Mei 2026, setelah proses lelang berjalan.
“Fisik mulai minggu keempat Mei. Ini sudah proses tender,” katanya.
Tak hanya soal relokasi, Pemkot juga menyiapkan langkah pencegahan agar kawasan tersebut tidak kembali dipadati pedagang kaki lima (PKL). Nantinya, pagar tinggi akan dipasang di sepanjang area, dilengkapi tanaman pembatas.
“Tidak akan ada lagi yang bisa berjualan di pinggir jalan. Kita tutup total,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menjelaskan, dari total 1.200 pedagang yang direlokasi, sekitar 625 di antaranya sebelumnya menempati badan jalan di sepanjang Jembatan Kedungkandang, titik yang paling mengganggu arus lalu lintas.
“Yang 625 ini prioritas karena memakan bahu jalan. Sekarang semua sudah masuk ke dalam,” jelas Eko.
Ia memastikan pembongkaran ditargetkan tuntas dalam sehari. Adapun penertiban pedagang di sisi lain akan dilakukan pada tahap berikutnya.
Meski telah difasilitasi tempat baru, para pedagang tetap dikenai kewajiban retribusi seperti biasa tanpa keringanan. Pemkot juga mengklaim seluruh fasilitas pendukung—mulai dari toilet, drainase hingga area parkir yang telah disiapkan.
“Penataan kawasan tak lagi bisa ditunda. Setelah 35 tahun para pedagang bertahan di lokasi lama, perubahan kini dipercepat, demi penataan yang baik,” ucapnya.(*)
Apa Reaksi Anda?