Program Matahati Majalengka Dorong Serapan Tenaga Kerja, Rekrutmen Dijamin Tanpa Calo

Program ini dirancang dengan sistem transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini kerap merugikan pencari kerja.

April 16, 2026 - 15:10
Program Matahati Majalengka Dorong Serapan Tenaga Kerja, Rekrutmen Dijamin Tanpa Calo

MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka), Jawa Barat, terus mengakselerasi penyerapan tenaga kerja lokal melalui program unggulan Matahati (Masyarakat Cepat Kerja).

Program ini dirancang dengan sistem transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik pungutan liar (pungli) yang selama ini kerap merugikan pencari kerja.

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam membenahi sistem rekrutmen tenaga kerja agar lebih adil dan terintegrasi.

Peluncuran program yang berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat menjadi momentum penting dalam reformasi ketenagakerjaan di daerah tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah kini memperkuat sinergi dengan sektor industri guna memastikan tenaga kerja lokal mendapatkan prioritas dalam proses rekrutmen.

"Fokus kita adalah memutus mata rantai percaloan yang meresahkan masyarakat. Kami meminta perusahaan melakukan rekrutmen terpadu melalui sistem pemerintah," tegasnya, Kamis (16/4/2026)

Kebijakan tersebut mewajibkan seluruh perusahaan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, untuk menyalurkan kebutuhan tenaga kerja melalui mekanisme resmi pemerintah daerah.

Langkah tersebut diharapkan mampu menutup celah praktik percaloan sekaligus menciptakan sistem yang lebih transparan dan akuntabel.

Tidak hanya menitikberatkan pada transparansi, program Matahati juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah menyiapkan pembekalan keterampilan serta kesiapan mental bagi para pencari kerja, sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri secara kompeten tanpa intervensi pihak ketiga.

Selain itu, program ini juga membuka peluang lebih luas bagi tenaga kerja laki-laki di sektor industri, yang dinilai masih perlu ditingkatkan partisipasinya.

Secara data, kinerja ketenagakerjaan di Majalengka menunjukkan tren positif. Tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 3,62 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Jawa Barat yang mencapai 6,66 persen.

Bupati Eman juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya, penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Majalengka telah mencapai sekitar 12 ribu orang.

Capaian ini menjadi indikator keberhasilan sekaligus dorongan untuk terus memperluas akses kerja bagi masyarakat.

Melalui program Matahati, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimis dapat menekan angka pengangguran sekaligus membangun sistem ketenagakerjaan yang bersih, profesional, dan berkeadilan. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow