Satu Rumah Rusak Dihantam Longsor di Tegalombo Pacitan, Penghuni Mengungsi

Wilayah dengan kontur tanah labil di Kecamatan Tegalombo dinilai rawan mengalami longsor susulan apabila curah hujan kembali tinggi.

Mei 1, 2026 - 09:31
Satu Rumah Rusak Dihantam Longsor di Tegalombo Pacitan, Penghuni Mengungsi

PACITAN - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Kamis (30/4/2026), memicu terjadinya bencana tanah longsor di Desa Ngreco. 

Peristiwa tersebut terjadi pada sore hari dan mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.

Berdasarkan laporan dari pemerintah desa setempat, longsor terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi turun selama beberapa jam. 

Air yang terus mengguyur sejak siang diduga membuat kondisi tanah menjadi labil hingga akhirnya ambrol.

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, menjelaskan kronologi kejadian bermula dari hujan yang turun sejak sekitar pukul 12.30 WIB hingga menjelang sore.

“Karena hujan deras mulai jam 12.30 sampe sore sekitar jam 16.30,” ujar Susilo Hadi.

Kondisi rumah warga Desa Ngreco

Ia menambahkan, longsor diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat kondisi tanah sudah tidak mampu menahan beban air.

“Longsor sekitar jam 16.00 WIB,” imbuhnya.

Material longsor kemudian menimpa bagian rumah milik warga bernama Sarmin yang berada di RT 10 RW 02 Dusun Krajan, Desa Ngreco. Dampaknya, dinding rumah jebol dan sejumlah barang di dalam rumah mengalami kerusakan.

Perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, almari, hingga satu unit sepeda motor ikut tertimbun material tanah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, tiga orang anggota keluarga Sarmin terpaksa harus mengungsi demi keselamatan, mengingat kondisi rumah yang sudah tidak lagi aman untuk ditempati.

Data sementara menyebutkan, hujan lebat dengan durasi cukup panjang menjadi faktor utama penyebab longsor. 

Peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengindikasikan potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah tersebut.

Pasca kejadian, pemerintah desa bersama warga langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Kerja bakti dilakukan untuk membersihkan material longsor yang menimbun rumah serta menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diamankan.

Selain itu, bantuan darurat berupa bahan makanan juga mulai disalurkan kepada korban terdampak. 

Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian telah berangsur kondusif setelah dilakukan penanganan awal oleh aparat desa dan masyarakat setempat.

“Sementara sudah kita kondisikan bersama perangkat desa dan warga,” kata Susilo.

Meski kondisi sudah terkendali, warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan lebat masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. 

Wilayah dengan kontur tanah labil seperti di Kecamatan Tegalombo dinilai rawan mengalami longsor susulan apabila curah hujan kembali tinggi.

"Pemerintah desa juga terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan guna mengantisipasi kejadian serupa," pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow