Santunan Tak Sekadar Bantuan, BAZNAS Kota Malang Dorong Kemandirian Penerima Manfaat

BAZNAS Kota Malang menyalurkan santunan kepada 500 anak yatim dan 100 penyandang disabilitas melalui voucher belanja yang sekaligus menggerakkan 48 pelaku UMKM lokal.

Juni 26, 2026 - 13:31
Santunan Tak Sekadar Bantuan, BAZNAS Kota Malang Dorong Kemandirian Penerima Manfaat
JAKARTA -

Penyaluran santunan tidak lagi sebatas memberikan bantuan tunai. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang menghadirkan pendekatan berbeda melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah dengan menggabungkan kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kegiatan yang berlangsung di MAN 2 Kota Malang, Kamis (25/6/2026), mengusung tema "Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri". Sebanyak 500 anak yatim dan 100 penyandang disabilitas menerima santunan berupa uang tunai serta voucher belanja yang dapat digunakan di 48 tenant UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Konsep voucher belanja ini memberikan keleluasaan kepada para penerima manfaat untuk memilih sendiri kebutuhan yang diinginkan. Di sisi lain, mekanisme tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi mitra dalam kegiatan.

Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS Kota Malang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kota Malang, serta Forum Zakat (FOZ) Malang Raya dalam menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga mendorong penguatan solidaritas sosial.

"Kegiatan ini bukan hanya memberikan kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan penyandang disabilitas, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kota Malang terus tumbuh. Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi menghadirkan kegiatan yang penuh manfaat ini," ujar Wahyu Hidayat.

Ketua BAZNAS Kota Malang menjelaskan, program Lebaran Yatim merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk memastikan dana zakat, infak, dan sedekah memberikan manfaat nyata sekaligus menciptakan dampak sosial yang lebih luas.

Menurutnya, zakat tidak hanya diposisikan sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan saudara-saudara penyandang disabilitas. Melalui dukungan para muzaki dan kolaborasi berbagai pihak, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan dan penguatan kepedulian sosial," ujarnya.

Selain penyaluran santunan, suasana kegiatan semakin semarak melalui berbagai pertunjukan seni yang dibawakan para peserta, termasuk tari kreasi dari penyandang disabilitas yang mendapat sambutan hangat dan tepuk tangan meriah dari para tamu undangan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kota Malang, Kantor Kementerian Agama Kota Malang, FOZ Malang Raya, para donatur, relawan, lembaga sosial, serta unsur Pemerintah Kota Malang.

Melalui penyelenggaraan Lebaran Yatim 1448 Hijriah ini, BAZNAS Kota Malang berharap semangat berbagi dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Di saat yang sama, kolaborasi antara lembaga zakat, pemerintah, dan pelaku UMKM diharapkan mampu memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat yang membutuhkan.(D)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow