Rumah Tua di Majalengka yang Selalu Jadi Tempat Kumpul Keluarga Saat Lebaran
Di tengah zaman modern, tradisi berkumpul di rumah tua saat Lebaran masih lestari di Majalengka. Keluarga besar pulang kampung, jalin silaturahmi, dan hidupkan kenangan masa lalu.
MAJALENGKA Di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, masih ada satu tradisi yang tetap bertahan di banyak keluarga di Kabupaten Majalengka: berkumpul di rumah tua saat Lebaran di Hari Raya Idul Fitri.
Rumah-rumah tua yang berdiri di desa-desa Majalengka bukan sekadar bangunan lama. Bagi banyak keluarga, rumah tersebut adalah tempat penuh kenangan yang selalu hidup kembali setiap kali Lebaran tiba.
Setiap tahun, para perantau dari berbagai kota pulang ke kampung halaman. Mereka datang membawa cerita baru dari tempat perantauan, namun tujuan mereka tetap sama: kembali berkumpul di rumah keluarga yang telah menjadi saksi perjalanan hidup dari generasi ke generasi.
Di salah satu desa di Majalengka, sebuah rumah tua milik keluarga besar masih menjadi pusat pertemuan saat Idul Fitri. Halaman rumah yang luas dipenuhi kendaraan para anggota keluarga yang datang dari berbagai daerah.
Di dalam rumah, suasana terasa hangat. Anak-anak bermain bersama sepupu yang jarang mereka temui, sementara orang tua dan kakek-nenek duduk berbincang mengenang masa lalu.
Dedi Supriadi (45), salah satu anggota keluarga yang merantau di Jakarta, mengatakan rumah tua itu selalu menjadi tempat berkumpul saat Lebaran.
“Walaupun sekarang kami tinggal di kota yang berbeda-beda, setiap Lebaran pasti pulang ke rumah ini. Di sinilah semua keluarga besar berkumpul,” ujarnya.
Bagi keluarga tersebut, rumah tua itu bukan hanya tempat tinggal. Ia adalah simbol kebersamaan yang selalu mengikat hubungan keluarga.
Di dapur rumah, para ibu terlihat sibuk menyiapkan hidangan Lebaran. Ketupat, opor ayam, dan berbagai kue kering tersaji di meja makan, menambah hangat suasana silaturahmi.
Suasana seperti ini bukan hanya terjadi di satu keluarga. Di banyak kampung di Majalengka, rumah-rumah tua masih menjadi tempat berkumpul keluarga besar setiap Idul Fitri.
Tradisi ini menjadi bukti bahwa Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang menjaga hubungan keluarga dan menghormati akar tempat seseorang berasal.
Ketika malam takbiran tiba dan suara takbir menggema di langit Majalengka, rumah-rumah tua itu kembali dipenuhi tawa, cerita, dan kebersamaan.
Bagi banyak keluarga, rumah tua di desa halaman akan selalu menjadi tempat pulang yang paling dirindukan setiap Lebaran. (*)
Apa Reaksi Anda?