Relawan Ambulans di Kabupaten Malang Butuh Fasilitasi Penguatan dan Kemudahan Kerja
Informasi aturan-aturan kebijakan baru terkait penanganan pasien kadaruratan, dan apa yang harus dipenuhi tim ambulans, penting untuk didapatkan para relawan.
MALANG - Penanganan kedaruratan oleh tim ambulans membutuhkan kompetensi teknis. Relawan ambulans juga membutuhkan dukungan dan fasilitasi agar penanganan kedaruratan bisa maksimal.
Masalah teknis yang dialami relawan ambulans ini disampaikan di acara sosialisasi 'Peningkatan Kompetensi Supir Ambulans dalam Pelayanan Kegawatdaruratan' di Kepanjen Kabupaten Malang, Sabtu (16/5/2026) malam.
Dalam acara ini, hadir Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Jajuk Rendra Kresna Sulistyowati. Juga, dua narasumber dari PMI Kabupaten Malang dan Satlantas Polres Malang.
Jajuk Rendra Kresna menyebut, telah menerima berbagai masukan dan harapan, juga berbagai persoalan lapangan yang selama ini dihadapi para relawan ambukans.
"Ke depan diharapkan adanya pelatihan-pelatihan yang lebih spesifik, (seperti) bagaimana menangani pasien gawat darurat," kata Jajuk.
"Terus kalau ada fasilitasi bantuan, misalnya peralatan, mereka inginkan itu juga. Ya, ada satu bentuk perhatian bagi relawan," sambungnya.
Informasi aturan-aturan kebijakan baru terkait penanganan pasien kadaruratan, dan apa yang harus dipenuhi tim ambulans, menurutnya juga penting untuk didapatkan para relawan.
"Sehingga dalam melaksanakan tugas, mereka yang sudah mengorbankan tenaga, pikiran, dan keikhlasan, itu paling tidak ada yang mem-backingi, kan. Oh ya, ada Polres, ada pihak ini, dan lain sebagainya," tegas Jajuk.
Perempuan yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang ini juga menegaskan, pihaknya akan menyambut dengan terbuka, jika diminta fasilitasi penguatan kompetensi relawan ambulans.
"Sekarang sebagai ketua PMI, Saya juga buka peluang. PMI juga siap bersinergi dengan teman-teman relawan. Itu manakala ada pelatihan yang dilewatkan PMI, ya monggo, kami siap melaksanakan," ujarnya.
Dengan tetap merangkul melalui kegiatan untuk memberikan pembekalan dan pelatihan, atau lain sebagainya, menuritnya itu juga sebagai sarana menjalin komunikasi dengan para relawan.
"Ya, tetap kita menjalin komunikasi, ada info baru, saling bertanya dan menyapa. Ada yang perlu dibantu?" imbuh anggota DPRD Jatim dari Fraksi Partai NasDem ini.
Ia juga memahami masih munculnya kendala administrasi yang dipersyaratkan bagi para relawan ambulans. Terutama, yang diberlakukan pihak rumah sakit terhadap keberadaan mereka.
Kendala administrasi yang dialami itu kan juga masukan. Maka nanti kita hubungkan, kita diskusi dengan pihak rumah sakit, bagaimana baiknya untuk menyikapinya.
Dikatakan Jajuk, pihaknya juga akan berupaya memberikan semacam jaminan di berbagai rumah sakit, atas nama PMI dan kepolisian.
"Bahwasanya, teman-teman relawan ambulan itu sudah terdaftar di kami. Itu sebagai bentuk kami menghargai mereka. Rencana ke depan seperti itu," pungkasnya. (*)
Apa Reaksi Anda?