Jalan Ambles Satu Meter, Begini Aksi Relawan dan Komunitas Driver Pagentan Banjarnegara

Relawan FPRB, komunitas driver, dan Koramil Pagentan bergotong royong memperbaiki jalan ambles di Banjarnegara akibat tanah bergerak demi menjaga akses ekonomi warga tetap lancar dan aman dilalui.

Mei 17, 2026 - 20:31
Jalan Ambles Satu Meter, Begini Aksi Relawan dan Komunitas Driver Pagentan Banjarnegara

BANJARNEGARA - Puluhan relawan serta jajaran Koramil Pagentan Kabupaten Banjarnegara melakukan kerja bakti membenahi jalan kabupaten yang ambles akibat tanah bergerak, Minggu (17/5/2026).

Para relawan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Pagentan Banjarnegara dan Komunitas Driver ini bahu membahu membenahi infrastruktur yang rusak.

‎Untuk diketahui, ruas jalan Kalitlaga yang diurug  merupakan titik langganan dan sudah beberapa kali ambles akibat pergerakan tanah. 

‎Kerusakan kali ini cukup parah, ambles hingga 1 meter lebih sehingga menyulitkan para pengguna jalan. Sehingga perlu penanganan darurat agar bisa dilewati kendaraan bermotor.

‎"Selama ini, kita selalu aktif melakukan kerja bakti demi mengurangi resiko kecelakaan dan membuat warga nyaman," kata Wanidi, Komandan Desa Tangguh Bencana (Destana) Banjarnegara saat dihubungi TIMES Indonesia.

‎Wanidi juga menyampaikan ruas jalan ini merupakan akses tercepat menuju Kota Banjarnegara dan merupakan jalur ekonomi terutama untuk petani dan pedagang buah salak.

‎Diakuinya, dalam kerja bakti membenahi jalan, ia selalu melibatkan para driver agar merasa memiliki sekaligus dalam rangka ikut serta membangun Banjarnegara.

‎"Ya intinya, agar tertanam rasa kebersamaan, driver Pagentan khususnya. Lagipula, kerja bakti dan dandan jalan itu jadi semacam kebiasaan dan rutinitas. Saat ada laporan jalan rusak ya kita bergerak 'sat set' dan satu komando," tandas Wanidi.

‎Untuk mengurug lokasi tersebut, lanjut dia, menggunakan pasir batu (sirtu) sebanyak tiga rit dump truk dan pada hari sebelumnya sebanyak dua dump truk sirtu bantuan warga.

‎"Teknisnya, kita urug, kemudian dipadatkan dengan dilindas kendaraan berat (truk) yang lalu lalang dan untuk kanan kiri dipasang kantong kandi diisi tanah untuk tameng, agar timbunan tidak lari saat terjadi hujan deras," ujar Wanidi. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow