Rektor UIN Maliki Malang Dorong Lulusan PPG Berkarakter Ulul Albab

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, mendorong para gruu lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menjadi guru berkarakter ulul

Juli 3, 2026 - 11:36
Rektor UIN Maliki Malang Dorong Lulusan PPG Berkarakter Ulul Albab

MALANG - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, mendorong para gruu lulusan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menjadi guru berkarakter ulul albab, yakni pendidik yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan kedalaman spiritual dalam menjalankan profesinya. Hal tersebut disampaikan melalui orasinya dalam kegiatan Yudisium dan Pengukuhan PPG Batch 4 FITK UIN Malang, Kamis (2/7/2026). 

Prof. Ilfi menyebutkan karakter tersebut mengintegrasikan zikir dan pikir, yakni keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas. Lanjutnya, gelar guru profesional tidak hanya berfokus pada akademik saja, tetapi guru harus bisa menjadi teladan bagi anak didiknya. 

“Kalau hari ini sudah menjadi guru profesional, maka tidak ada lagi alasan untuk mengajar secara tidak profesional. Guru harus benar-benar menjadi pendidik sekaligus teladan bagi anak didiknya,” jelasnya di hadapan para peserta. 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa karakter Ulul Albab adalah tidak pernah berhenti untuk menyeimbangkan tanggung jawab akademik dengan sikap perilaku yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari sang guru. 

“Jika kita tidak berhenti berpikir dan berzikir, selalu memikirkan bagaimana bisa mendidik anak-anak kita sebaik-baiknya, maka itulah yang disebut Ulul Albab,” imbuhnya. 

Lanjutnya, apabila kedua hal tersebut berjalan beriringan, maka guru akan memiliki sikap dan perilaku yang akhlakul karimah, berintegritas, dan inovatif. 

Prof. Ilfi  juga menjelaskan bahwa guru perlu memadukan konsep-konsep sains dengan islam yang sudah tercantum dalam Al-Qur’an. Menurutnya, Al-Qur’an sudah memberikan gambaran terlebih dahulu, dan teori sains merupakan pelengkapnya. 

“Kadangkala, teori barat melengkapi Al-Qur’an, tetapi kadangkala juga bertentangan, disinilah pentingnya penelitian bapak/ibu yang memadukan intelektualitas dan spiritualitas,” ucapnya. 

Ia juga berpesan untuk lulusan PPG terus belajar dari siapa pun, termasuk dari rekan sejawat maupun peserta didik. Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut guru untuk terus memperbarui kompetensi agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Terkadang anak didik kita lebih banyak tau daripada kita yang generasi lama ini, untuk itu jangan berhenti belajar kepada siapapun dan jangan malu untuk bertanya,” pungkasnya. (*) 

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow