Fraksi PKB Bondowoso Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pasien Dikawal hingga Sembuh

Fraksi PKB DPRD Bondowoso memfasilitasi layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat.

Juli 3, 2026 - 11:36
Fraksi PKB Bondowoso Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Pasien Dikawal hingga Sembuh

BONDOWOSO - Fraksi PKB DPRD Bondowoso memfasilitasi layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan digelar di momen Hari Fraksi PKB, di Aula Gus Dur Jumat Kecamatan Maesan, Jumat (3/7/2026). 

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan, Muslimat NU, dan Nafiatul Umah sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi warga.

Ketua DPC PKB Bondowoso, H. Tohari menjelaskan, pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Pasien akan terus didampingi hingga memperoleh penanganan medis yang sesuai.

"Kalau sakitnya bisa diobati hari ini maka dilakukan pengobatan saat ini saja. Kalau harus lanjutan maka harus dirujuk, apakah harus rawat jalan atau inap," ujarnya.

Menurut Tohari, apabila pasien membutuhkan penanganan lanjutan, Fraksi PKB akan mengawal proses rujukan. Mulai dari Puskesmas hingga rumah sakit di Bondowoso, bahkan apabila diperlukan rujukan ke rumah sakit di luar daerah.

"Ini akan kita kawal terus. Jika tidak bisa ditangani di RS Bondowoso, maka boleh dirujuk ke mana pun akan dikawal dan akan tetap gratis," tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat yang belum sembuh setelah pemeriksaan pertama tetap dapat melanjutkan pengobatan melalui Puskesmas dengan pendampingan dari Fraksi PKB.

"Saya sampaikan ke masyarakat, kalau hari ini diperiksa dan diobati, jika belum sembuh, maka bisa datang ke Puskesmas, dan bisa datang ke rumah saya dari pukul 06.00 sampai 08.00 untuk konsultasi," ucapnya.

Program tersebut menyasar seluruh masyarakat Bondowoso dan menjadi bagian dari dukungan terhadap program Jaminsegar (Jaminanan Kesehatan Gratis). Antusiasme warga pun cukup tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari Kecamatan Maesan, tetapi juga datang dari Pakem, Botolinggo, Cermee, Grujugan, hingga wilayah Kota Bondowoso.

Tohari berharap kolaborasi tersebut dapat diperluas, sehingga layanan serupa dapat menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

"Banyak masyarakat yang sakit tapi tidak sadar kalau sakit. Banyak yang kaget ada yang darah tinggi, harus ke poli saraf, harus poli jantung, dan semacamnya" tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan laboratorium darah, kolesterol, asam urat, pemeriksaan mata, gigi, jantung, paru-paru, hingga sejumlah layanan kesehatan lainnya.

Ia menyebut jumlah pendaftar secara daring mencapai 105 orang. Namun, peserta yang datang langsung ke lokasi jauh lebih banyak. Sementara yang online diperkirakan mencapai 300 orang. 

"Yang online 100 orang lebih, yang offline lebih banyak, bisa 300 persen dari yang online," katanya.

Menurutnya, petugas kesehatan langsung dari Puskesmas Maesan bersama Dinas Kesehatan. Mereka melakukan pengecekan dan memberikan pengobatan. Bahkan memberikan rujukan jika harus ditangani faskes lanjutan. 

Salah seorang warga, H. Fauzi (70), warga Desa Pujer Baru, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis tersebut. Ia datang, mendaftar langsung dan memperoleh nomor antrean 17.

Fauzi yang mengeluhkan sakit kepala diketahui mengalami tekanan darah tinggi. Selain mendapatkan obat, ia juga disarankan rutin memeriksakan diri ke Puskesmas. 

Keluhan nyeri perut yang dialaminya juga diminta untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan. "Layanan ini bagus, membantu masyarakat, daripada harus ke Bondowoso," ungkap Fauzi.

Ia mengapresiasi PKB, Muslimat, Nafiatul Umah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. “Ini sangat membantu kami. Apalagi saya yang ada di pinggiran,” pungkasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow