Raih Predikat Terbaik Ekonomi Syariah, Wagub Jabar: Bukti Komitmen Bangun Ekonomi Umat
Jawa Barat dinilai berhasil menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan dan implementasi ekonomi syariah terbaik di Indonesia.
BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Jawa Barat dinilai berhasil menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan dan implementasi ekonomi syariah terbaik di Indonesia.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga komunitas masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Menurut Erwan, penguatan sektor ekonomi syariah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi besar Pemprov Jabar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai, inklusif dan berpihak pada masyarakat.
“Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak agar ekosistemnya semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Erwan, Jumat (22/5/2026)
Ia mengatakan, keberhasilan Jawa Barat tidak lepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menghadirkan berbagai program yang mendukung penguatan industri halal, pemberdayaan UMKM syariah, hingga peningkatan literasi keuangan syariah di masyarakat.
Selain itu, Jawa Barat juga dinilai berhasil mengintegrasikan pengembangan ekonomi syariah dengan sektor unggulan daerah, termasuk industri kreatif, fesyen muslim, kuliner halal, pariwisata ramah muslim, serta penguatan pondok pesantren sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat.
Erwan menambahkan, keberadaan pesantren di Jawa Barat menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ekonomi syariah yang berbasis komunitas.
Menurutnya, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pesantren di Jawa Barat sangat banyak dan memiliki potensi luar biasa. Kami ingin pesantren menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah, termasuk melalui program kewirausahaan dan penguatan UMKM,” katanya.
Pemprov Jabar, lanjut Erwan, juga terus memperluas akses pembiayaan syariah bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat memiliki alternatif pembiayaan yang lebih aman, sehat, dan sesuai prinsip syariah.
Tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, Pemprov Jabar juga mendorong peningkatan literasi masyarakat terkait sistem keuangan syariah.
Edukasi dinilai penting agar masyarakat semakin memahami manfaat ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.
Erwan optimistis capaian yang diraih Jawa Barat akan menjadi motivasi untuk terus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat ekonomi syariah nasional.
Ia berharap prestasi tersebut mampu menarik lebih banyak investasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kami ingin ekonomi syariah menjadi kekuatan baru pembangunan daerah. Dengan kolaborasi semua pihak, Jawa Barat optimistis bisa menjadi provinsi terdepan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan Jawa Barat dalam sektor ekonomi syariah juga dinilai menjadi sinyal positif bahwa pengembangan ekonomi berbasis nilai dan keberlanjutan mampu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui berbagai program strategis yang terus diperkuat, Jawa Barat kini tidak hanya dikenal sebagai pusat industri dan pendidikan nasional, tetapi juga sebagai daerah yang konsisten membangun masa depan ekonomi syariah yang modern, inklusif, dan kompetitif. (*)
Apa Reaksi Anda?