Pesan Gus Iqdam di Malang: Suporter Harus Tinggalkan Potensi Kekerasan
Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Stadion Gajayana Malang, Gus Iqdam menyampaikan pesan khusus tentang peran suporter dalam menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan beradab.
MALANG - Di hadapan ribuan jemaah yang memadati Stadion Gajayana, Selasa malam (2/6/2026), Gus Iqdam menyampaikan pesan khusus tentang peran suporter dalam menciptakan atmosfer sepak bola yang aman dan beradab. Pesan itu terasa relevan bagi Malang, kota yang masih menyimpan duka mendalam akibat Tragedi Kanjuruhan.
Dalam ceramahnya, Gus Iqdam menegaskan bahwa seseorang akan dihormati dan merasa aman apabila mampu memberi manfaat kepada orang lain. Namun, jika tidak mampu memberi manfaat, setidaknya jangan sampai menjadi sumber bahaya bagi sesama.
Pesan tersebut ia kutip dari kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu al-Laits al-Samarqandi yang mengajarkan prinsip illam tanfa’hu fala tadhurrohu atau “jika tidak bisa memberi manfaat, jangan membahayakan.”
Gus Iqdam kemudian mengaitkan pesan itu dengan dunia sepak bola dan kehidupan para suporter di stadion.
Menurutnya, pemain harus berusaha memberi manfaat bagi tim di lapangan. Sementara suporter juga memiliki peran penting untuk menjaga suasana pertandingan tetap aman dan kondusif.
“Kalau jadi suporter, ya kalau bisa mendoakan, berdzikir, bershalawat. Kalau tidak bisa memberi manfaat, jangan sampai membahayakan orang lain,” ujar Gus Iqdam.
Ia juga mengingatkan pentingnya menaati seluruh aturan yang berlaku di stadion. Dalam ceramahnya, Gus Iqdam secara khusus menyinggung larangan membawa minuman keras, kembang api, maupun benda tajam yang berpotensi membahayakan keselamatan penonton lain.
“Tidak boleh membawa minuman keras, tidak boleh membawa kembang api, tidak boleh membawa benda tajam. Aturan seperti itu harus dijalankan,” tegasnya.
Menurut Gus Iqdam, suporter yang baik bukan hanya mereka yang loyal mendukung tim kebanggaannya, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman dan kenyamanan bagi orang lain. Bahkan, jika memiliki rezeki lebih, ia mendorong suporter untuk berbagi dan membantu sesama penonton.
Pesan itu semakin kuat ketika ia mengajak masyarakat Malang menunjukkan keramahan kepada tamu yang datang dari berbagai daerah. Menurutnya, identitas Malang tidak cukup dikenal karena udara sejuknya, tetapi juga harus tercermin dari sikap masyarakat dan suporternya yang santun.
“Malang itu jangan hanya dikenal karena udaranya yang adem, tetapi orang-orangnya juga harus adem,” katanya.
Melalui ceramah tersebut, Gus Iqdam mengajak suporter menjadikan stadion sebagai ruang persaudaraan, bukan tempat yang memunculkan ancaman bagi keselamatan orang lain. Ia menegaskan bahwa ajaran agama tidak hanya mendorong umat untuk memberi manfaat, tetapi juga melarang segala tindakan yang dapat mencelakakan sesama.
“Kalau tidak bisa memberi manfaat, jangan membahayakan orang lain,” tandasnya.
Sebagai informasi, kehadiran Gus Iqdam di Malang ini merupakan agenda pengajian umum dan doa bersama yang diinisiasi oleh Polresta Malang Kota dalam rangka Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80.(*)
Apa Reaksi Anda?