Presiden Prabowo Setujui Pembangunan Jalan Layang Pascatabrakan KA Argo Bromo
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan jembatan layang untuk mencegah peristiwa tabrakan kereta yang menewaskan 14 orang di Bekasi Timur.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi untuk segera membangun jalan layang (flyover) di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat untuk mencegah terulangnya kecelakaan maut di perlintasan kereta api, menyusul insiden tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Dalam kunjungannya ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid untuk menjenguk para korban pada Selasa (28/4/2926) pagi, Presiden menegaskan bahwa usulan Pemerintah Kota Bekasi terkait infrastruktur keselamatan ini segera direalisasikan.
"Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan pembangunan flyover. Mengingat Bekasi merupakan kawasan padat penduduk dan mobilitas kereta api di sini sangat tinggi, kebutuhan ini menjadi sangat mendesak," ujar Presiden dalam keterangan persnya.
Presiden menambahkan bahwa proyek ini akan segera dilaksanakan melalui skema bantuan Presiden. Ia menyoroti banyaknya titik perlintasan kereta api yang belum memiliki penjagaan memadai, sehingga membahayakan keselamatan warga serta menghambat kelancaran arus transportasi.
Pembenahan 1.800 Titik Perlintasan di Pulau Jawa
Persoalan keselamatan di perlintasan sebidang ternyata bukan hanya masalah lokal di Bekasi. Presiden Prabowo mengungkapkan terdapat sekitar 1.800 titik serupa di sepanjang Pulau Jawa yang memerlukan penanganan serius.
"Ini adalah persoalan lama yang sudah ada sejak zaman kolonial. Selama puluhan tahun belum terselesaikan secara menyeluruh. Sekarang saatnya kita tuntaskan," tegasnya.
Untuk memperbaiki seluruh lintasan tersebut, baik melalui pembangunan pos jaga maupun jalan layang, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai hampir Rp4 triliun. Menurut Presiden, angka tersebut merupakan investasi yang sepadan demi menjamin keselamatan nyawa masyarakat. (*)
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyampaikan perkembangan terbaru terkait dampak kecelakaan tersebut. Hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, tercatat sebanyak 14 orang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut. (*)
Apa Reaksi Anda?