Prabowo Ultimatum Kasus Air Keras: Kejar Pelaku, Bongkar Dalang!

Prabowo mengecam penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus sebagai terorisme dan menegaskan pelaku hingga dalang harus diusut tuntas.

Maret 20, 2026 - 02:00
Prabowo Ultimatum Kasus Air Keras: Kejar Pelaku, Bongkar Dalang!

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengecam keras kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus. Ia menyebut peristiwa itu sebagai aksi terorisme dan menegaskan negara tidak akan mentolerir kekerasan terhadap warga, terlebih karena kritik.

“Ini adalah terorisme. Ini tindakan biadab. Harus kita kejar. Harus kita usut. Harus kita usut!” tegas Prabowo, dikutip dari rilis Badan Komunikasi (Bakom) RI, Kamis (19/3/2026).

Prabowo juga memberi jaminan tegas: tak boleh ada impunitas, termasuk jika aparat terbukti terlibat. Di bawah pemerintahannya, ia menekankan, setiap warga negara berhak menyampaikan kritik tanpa ancaman.

“Ya jelas dong (kalau itu dari aparat). Tidak akan! (ada impunitas). Saya menjamin!” ujarnya. “Saya ingin menegakkan hukum. Saya ingin Indonesia yang beradab. Tidak boleh ada tindakan seperti ini,” sambungnya.

Tak berhenti pada pelaku lapangan, Prabowo meminta aparat penegak hukum membongkar dalang di balik kejadian tersebut. Ia menegaskan, aktor intelektual harus diungkap.

“(Termasuk] siapa yang menyuruh, siapa yang membayar,” tegasnya lagi.

Sementara itu, kasus yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, masih terus diusut. Ia diserang orang tak dikenal dengan air keras pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, mulai dari mata, wajah, dada, hingga tangan.

Perkembangan terbaru, TNI mengungkap adanya keterlibatan empat prajurit dalam kasus tersebut. Mereka berasal dari satuan Denma Bais TNI.

“Keempat yang diduga pelaku ini adalah Denma Bais TNI,” ujar Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu.

Yusri merinci, keempat prajurit itu masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES, dengan latar dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Kini, mereka telah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya. Namun, peran masing-masing serta motif di balik aksi penyiraman tersebut masih didalami.

“Jadi kami masih mendalami motifnya,” kata Yusri. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow