Politeknik Negeri Padang dan PT METTANA Perkuat Kolaborasi, Matangkan DED Pengendalian Banjir Sungai Batang Lembang

Pembangunan infrastruktur pengendalian banjir diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Juni 24, 2026 - 13:30
Politeknik Negeri Padang dan PT METTANA Perkuat Kolaborasi, Matangkan DED Pengendalian Banjir Sungai Batang Lembang

MALANG - Upaya memperkuat penanganan banjir di kawasan Sungai Batang Lembang terus dilakukan melalui kolaborasi antara kalangan akademisi dan dunia industri.

Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang (PNP) bersama PT METTANA menggelar kegiatan pendampingan penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pengendalian Banjir Sungai Batang Lembang di Kantor PT METTANA Padang, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyusunan dokumen perencanaan teknis yang komprehensif sebagai dasar pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

Penyusunan DED dinilai memiliki peran strategis karena menjadi acuan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembangunan infrastruktur di kawasan daerah aliran Sungai Batang Lembang.

Tim pendamping dari Politeknik Negeri Padang terdiri atas Angga Putra Arlis, Tiara Mahardika, Muhammad Fajrul Falah, Sherly Permata, dan Hartati, yang memberikan pendampingan teknis kepada PT METTANA selama proses penyusunan dokumen tersebut.

Menurut Angga Putra Arlis, kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi bagian penting dalam menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas.

"Kolaborasi ini mempertemukan pendekatan akademik dengan pengalaman praktis di lapangan. Harapannya, DED yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam upaya mitigasi banjir secara berkelanjutan," katanya.

Pendampingan dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari identifikasi kebutuhan teknis, penelaahan data lapangan, diskusi perencanaan, penyusunan konsep desain, hingga penguatan aspek teknis dalam dokumen DED.

Seluruh proses tersebut diarahkan agar dokumen yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kaidah perencanaan teknik sipil, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata dalam upaya pengendalian banjir di wilayah terdampak.

Penyusunan DED juga mempertimbangkan berbagai aspek penting, mulai dari kondisi hidrologi dan hidraulika sungai, tata guna lahan, karakteristik kawasan, hingga kebutuhan masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan rancangan infrastruktur yang tepat sasaran dan dapat diimplementasikan secara efektif.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi wujud penerapan keilmuan yang dimiliki perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan infrastruktur di tengah masyarakat. Sinergi antara akademisi dan dunia industri dipandang penting untuk menghasilkan dokumen perencanaan yang lebih aplikatif, berbasis data, serta sesuai dengan kondisi lapangan.

Melalui kegiatan tersebut, Politeknik Negeri Padang dan PT METTANA menargetkan tersusunnya DED Pengendalian Banjir Sungai Batang Lembang yang lebih terarah, implementatif, dan memenuhi standar teknis yang berlaku. Dokumen tersebut diharapkan menjadi landasan kuat dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir pada masa mendatang.

Selain menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, kerja sama ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Kolaborasi semacam ini dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan solusi teknis yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan.

Secara lebih luas, pendampingan penyusunan DED tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas perencanaan pengendalian banjir sekaligus memperkuat upaya mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di kawasan Sungai Batang Lembang.

Dengan dokumen perencanaan yang matang, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow