Polije dan Pemkab Ngawi Bersinergi Wujudkan Politeknik Negeri Ngawi

Sebuah langkah besar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur bagian barat sedang dipersiapkan. Politeknik Negeri Jember (Polije)

April 21, 2026 - 20:00
Polije dan Pemkab Ngawi Bersinergi Wujudkan Politeknik Negeri Ngawi

KABUPATEN NGAWI - Sebuah langkah besar bagi dunia pendidikan di Jawa Timur bagian barat sedang dipersiapkan. Politeknik Negeri Jember (Polije) bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi secara resmi mematangkan strategi akselerasi pengembangan Kampus 5 Ngawi.

Sinergi ini tidak sekadar pengembangan fisik bangunan, namun merupakan upaya jangka panjang untuk mentransformasi kampus daerah tersebut menjadi institusi mandiri: Politeknik Negeri Ngawi.

Dalam pertemuan koordinasi teknis yang berlangsung hangat pada Selasa (21/4/2026), Direktur Polije, Saiful Anwar, duduk bersama Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, untuk menyatukan visi.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata bagaimana kolaborasi antara akademisi dan birokrasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui jalur pendidikan.

Bupati Ony Anwar Harsono menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mengawal pertumbuhan Kampus 5 Ngawi. Pemkab Ngawi menyadari bahwa keberadaan kampus vokasi yang kuat adalah kunci untuk meningkatkan kualitas SDM lokal.

“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung kebutuhan kampus, mulai dari penguatan sarana prasarana hingga dukungan operasional harian. Kami ingin memastikan mahasiswa di Ngawi mendapatkan fasilitas pembelajaran yang setara dengan kampus utama,” ungkap Bupati Ony dalam pertemuan tersebut.

Saat ini, Kampus 5 Ngawi memang masih dalam tahap pengembangan di bawah naungan Polije. Namun, dengan dukungan penuh dari APBD dan kebijakan daerah, proses transisi menuju kemandirian diharapkan dapat berjalan lebih cepat.

Satu poin paling menarik dari rencana pengembangan ini adalah pembukaan program studi (prodi) baru yang dijadwalkan mulai menerima mahasiswa pada tahun 2027.

Polije telah merancang dua prodi yang sangat relevan dengan karakteristik daerah dengan dirancang untuk mencetak tenaga ahli yang akan mendukung transformasi digital di sektor pelayanan publik dan industri kreatif di Ngawi.

Sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Prodi ini akan memfokuskan pada mekanisasi dan modernisasi pertanian.

“Pemilihan prodi ini bukan tanpa alasan. Kami melihat kebutuhan riil di lapangan. Ngawi butuh digitalisasi untuk layanan publik, namun di sisi lain, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi kita. Kami ingin lulusan kami menjadi motor penggerak di kedua sektor tersebut,” jelas Direktur Polije, Saiful Anwar.

Ambisi besar pun dicanangkan. Polije dan Pemkab Ngawi telah menyusun peta jalan (roadmap) jangka menengah hingga panjang.

Fokus utamanya mencakup beasiswa dan pelatihan bagi dosen serta tenaga kependidikan dan menyusunan kurikulum yang melibatkan mitra strategis agar lulusan langsung terserap kerja dengan menenargetkan Kampus 5 Ngawi berubah status menjadi Politeknik Negeri Ngawi dalam kurun waktu 6 hingga 8 tahun.

“Harapan kami, Kampus 5 Ngawi bukan hanya menjadi cabang, tapi tumbuh menjadi entitas pendidikan yang besar dan mandiri, yang benar-benar milik masyarakat Ngawi,” pungkas Saiful Anwar dengan optimis.

Dengan adanya kolaborasi ini, Ngawi tidak hanya akan dikenal sebagai daerah agraris yang subur, tetapi juga sebagai pusat keunggulan pendidikan vokasi yang mampu mencetak generasi muda yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global. (*)

Apa Reaksi Anda?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow